Hati adalah salah satu bagian terpenting dalam organ manusia. Tanpa hati mungkin manusia tidak bisa hidup. Definisi dari hati mungkin sangat banyak, namun secara garis besar adalah hati yang merasakan cinta. Semua orang pasti hidup akan cinta, cinta kepada sang Maha Kuasa, orangtua, teman, sahabat dan masih banyak lagi.

Ada satu cinta yang mungkin dirasakan begitu indah, berbeda dari perasaan apapun yaitu pada saat jatuh cinta kepada lawan jenis.

Ya, memang ini cinta pertama di usia 19 tahun. Berawal dari perhatian ini selalu tertuju kepada seorang pria lalu bisa berkesempatan untuk mengenalnya, dekat dengannya, sampai memberanikan diri mengatakan yang sejujurnya tentang hati ini. Namun ia malah pergi, seolah-olah menghindar.

Merasakan saat kita masih dekat dulu. Mungkin khayalan bisa menggambarkan kau dan aku bersama, namun kenyataannya tidak tahu. Terkadang hati ini menyesal telah bermain-main dengan yang namanya cinta dengan seorang pria, namun banyak orang berkata cinta tak pernah salah kan? Semua itu mungkin hanya pro dan kontra.

Kau tahu selama hampir dua tahun hati ini masih saja sama. Kau mungkin tidak tahu sampai saat ini aku masih memperhatikanmu, kamu yang selalu terlihat beribadah dengan seorang perempuan. Aku memang tidak tahu status kalian apa, entah sudah menjadi sepasang kekasih ataukah masih dalam pendekatan. Saat melihat kau bersamanya mungkin hati ini bergejolak, bergejolak merasakan pukulan tajam yang meninggalkan bekas yang cukup parah sampai aku tidak tahu ingin mengembalikan hati ini seperti sedia kala harus bagaimana.

Advertisement

Saat ada pertanyaan di dalam hati ini mengapa aku yang berusaha sekuat tenaga sampai habis tenaga ini untuk mendapatkan hatimu namun malah dirinya yang merebut hatimu dengan seenaknya tanpa usaha, tanpa perjuangan dan tanpa air mata. Sempat terlintas ketidakadilan dalam hal ini, namun aku bisa apa. Hatimu mungkin sudah memilihnya dan itu hakmu. Aku tidak bisa memaksamu. Kini mungkin aku sudah kehabisan tenaga untuk berlari mendapatkan hati itu lagi, karna aku sudah benar-benar lelah, seperti tidak bisa berdiri dan tidak ada yang menolong untuk bangkit dan berlari kembali.

Aku pikir hati ini sudah bisa melupakanmu namun pada kenyataannya apa? Masih dengan hati yang sama. Ya, tepat sekali di dalam keadaan hati yang selalu berharap akanmu. Kau mungkin berpikir aneh melihat sifatku seperti ini, aku yang selalu cuek, judes dan sudah masabodo denganmu, bahkan aku pun sudah membatalkan semua pertemanan di sosial mediaku denganmu. Ini caraku untuk melupakanmu, aku sudah tidak kuat melihat kirimanmu lagi dan sebelum kau memperlihatkan perempuan itu aku lebih baik sama sekali tak mengetahuinya.

Untuk apa menyakiti hati sendiri, itu hanya membuat rapuh. Namun kembali lagi jika luka ini belum sembuh mungkin aku harus menunggunya hingga ia pulih kembali. Biarkan hati ini masih hidup merasakan getaran cinta walau semua itu serupa pukulan tajam. Kau baik- baik ya bersamanya. Aku mendoakanmu agar kau mendapatkan hati sebesar ini dari orang yang kau pilih, hati yang betul-betul mengingini hatimu selayaknya hati ini bertahan, berlari sejauh-jauhnya sampai jatuh dan tak mungkin untuk bisa bangkit lagi. Terima kasih telah memberi kesempatan untuk menyentuh hati itu walau hanya sesaat.