Pagi tadi, berangkat dari rumah sengaja tidak sarapan banyak dulu, hanya segelas air minum ditambah sebuah coklat berlys yang saya dapat dari malaysia beberapa waktu lalu. Hari ini saya harus memberikan ujian (UTS) kepada mahasiswa-mahasiswa saya, karena sesuai jadwal memang minggu ini adalah waktunya UTS. Saat saya tidak sarapan tadi, saya berpikir bahwa makan nanti aja siang dikampus pasti ada gratis. Kemudian saat saya menghidupkan mobil, terlihat indikator bensin sudah tingga dua baris, saya pun berpikir “ah, ngga usah ambil uang, nanti juga bisa isi bensin”. Apa yang terjadi, ketika saya sudah selesai memberikan uts, di meja saya ada 10 tusuk sate dan nasi. Lalu saat sedang makan sate itu, ada orang TU yang memanggil, saya masuk ke ruang TU “ini pak ada uang ujian”

Peristiwa tadi, apakah sebuah kebetulan? bagi anda yang menganggap itu kebetulan, maka saran saya coba perhatikan lagi apa yang saya lakukan di pagi harinya? saya berpikir bahwa pasti nanti ada makanan lalu ada uang untuk membeli bensin, kalau bahasa orang umum saya bermimpi, saya berangan-angan. Bisa terwujud kan? bisa terjadi sukses kan? . Ada lagi, tadi pagi saya juga berangan-angan, “saya mau rekreasi keluar kota”, eh barusan ada telepon dari klien untuk pembayaran project 12juta. “pak firman, saya lunasi tagihannya ya 12juta bunder”. Peristiwa tadi bukanlah sebuah kebetulan, tapi sudah sesuai angan-angan saya, sudah sesuai mimpi saya pagi tadi. Berarti, hanya dengan bermimpi, hanya dengan berangan-angan, alias hanya dengan “bepikir” maka bisa terjadi.

Terkadang, banyak orang yang meremehkan dengan berpikir, meremehkan berangan-angan, meremehkan bermimpi. Bahkan banyak orang beranggapan, “only dreaming, no action..mana bisa?”, nah pemahaman ini sepertinya keliru deh. Karena belum memahami bagaimana pikiran bekerja, bagaimana diri kita bekerja. Banyak tulisan, banyak orang yang lebih menekankan kepada aksi, kepada action. Padahal berpikir, berangan-angan, bermimpi itu juga “action” lho. Mungkin bagi anda, action itu harus lompat-lompat, harus teriak-teriak dan sebagainya yang terlihat. Padahal meskipun terlihat diam, belum tentu itu diam, bisa juga sedang bergerak. Saya sering buat istilah “dalam diam ada gerakan”. Selalu saya katakan di awal kelas AMC, “di kelas ini, jangan berharap teriak-teriak, jangan berharap lompat-lompat, jangan berharap nangis-nangis, tidak ada acara seperti itu, dikelas AMC kita benar-benar belajar memahami pikiran dan diri”

Banyak orang melupakan “aksi” dalam diri, banyak orang melupakan “action” yang tidak terlihat. Yaitu “berpikir”, “bermimpi” dan “berangan-angan”. Padahal action yang seperti itu yang menjadi pondasi bagi kehidupan kita. Dalam group whatsapp alumni AMC sering ada sharing teman-teman yang membuat saya juga takjub ketika hanya dengan berpikir, ketika hanya berangan-angan ternyata bisa membuat jalanan macet menjadi lancar, mengalihka hujan dan ketika hanya berpikir ternyata bisa mendapatkan uang dsb. Terlihat ajaib, tetapi itulah memang kenyataan kehebatan dari pikiran kita. Dan itu bisa dilakukan oleh semua orang, asal berpikirnya benar, bermimpinya benar, berangan-angannya benar. Kalau masih salah cara berpikirnya, salah cara bermimpinya, salah cara berangan-angannya maka tentu hasilnya juga salah.

Maka sebelum mencari-cari aksi yang diluar diri, maka cobalah memahami aksi yang didalam diri. Cobalah mempelajari aksi yang didalam diri, sebab ketika mulai melakukan aksi dalam diri, aksi yang tidak terlihat maka menjadi sebuah keasikan sendiri. Terkesan tidak melakukan aksi yang terlihat tetapi hasilnya terlihat. Betapa luar biasanya ciptaan Tuhan ya, semakin mengenali pikiran, semakin memahami pikiran maka disitulah kita semakin mengenali betapa Maha Besarnya Tuhan.