Seringkali kita mencintai seseorang dengan tulus dan orang itu pun juga mencintai kita dengan tulus, namun pernahkah kalian merasakan dicintai dengan cara yang salah? Dengan cara yang bukan kalian inginkan. Dengan cara di luar kekuatan kita untuk menerima. Semua terasa indah ketika bersama, lalu lambat laun semua terbongkar. Cara untuk mencintaimu tidak seperti itu, tidak seperti yang kau harapkan.

Aku akan sedikit berbagi cerita yang diilhami kisah nyata, ya mereka saling mencintai, mereka sama-sama setia bahkan jika ada yang lebih baik dari keduanya mereka tetap akan bertahan. Namun, kisah itu lambat laun menyakiti wanitanya. Si cowok sering kali berhubungan dengan sahabat wanitanya, seringkali mengajak keluar, bahkan sang wanitanya diabaikan demi sahabat si wanita. Namun bukan tanpa alasan sang cowok melakukan semua itu, si cowok ingin lebih dekat dengan wanitanya melalui sahabatnya. Tetapi sang wanita tidak terima, apa harus seperti itu jika ingin mengetahui dirinya? Harus mengabaikannya demi cewek lain, harus juga setiap saat berhubungan tanpa sepengetahuan wanitanya. Bukankah sebaiknya kita mengenal seseorang dari pengenalan diri kita sendiri? Bukan dari orang lain meskipun itu orang terdekatnya.

Sang wanita sudah mengetahui itu semua sejak lama namun sahabat dan cowoknya diam tanpa memberitahunya. Hingga akhirnya si cewek yang mengakuinya sendiri dan si cowok dan sahabatnya meminta maaf. Dengan berat hati wanita pun memaafkannya namun luka tetaplah luka. Hingga akhirnya wanita memilih untuk pergi dari si cowok dan tetap menyelamatkan persahabatannya.

Dia (wanita) sadar mereka bersama namun terpisah. Entah akhirnya mereka berpisah dengan melepas rindu untuk selamanya atau berpisah untuk menjalani kehidupan masing-masing. Perasaan bimbang bercampur, aku mencintaimu dan kau pun sama, namun kau bertindak di luar kekuatanku untuk menerima. Aku tidak ingin membuka perkara dan itu kesalahanku. Karena yang tersulit bukan memilih, tetapi bertahan pada pilihannya. Kau mencintaiku, sangat mencintaiku namun caramu salah.