Aku adalah seseorang yang kau kenal tanpa sengaja, begitu saja hadir dalam hidupmu dan selalu ada di hari-harimu. Namun aku tak pernah menganggap kehadiranku dalam hidupmu justru membuatmu jatuh hati padaku.

Awalnya kau memang diam namun seiring berjalnnya waktu aku pun dapat mengira dengan segala tingkah dan kata- katamu yang sungguh berbeda dengan saat pertama kali kita bertemu. Aku sungguh berharap jika perubahan sikapmu itu tak ada kaitan apapun denganku termasuk rasa yang diam-diam kau pendam.

Wajahku seakan memucat darah yang mengalir seakan berhenti dan jantung yang berdetak tanpa irama saat akhirnya kau dengan sengaja dan lantang bicara tepat di hadapanku, mengatakan semua isi hati dan perasaanmu, mencoba menjelaskan mengapa rasa itu hadir saat kau pun tak pernah menyangkanya.

Sejujurnya tak perlu kau jelaskan sepanjang itu karena aku juga tahu ini adalah masalah hati yang jika kita di tanya kita pun tak akan mampu menjawabnya dengan jelas. Aku mengerti bagaimana sakitnya hati dan perasaanmu ketika aku jelaskan bahwa aku tak sedikitpun berharap hubungan kita berubah lebih dari sekedar teman.

Sungguh aku tak mampu melihatmu dengan tatapan yang sangat sedih ketika kukatakan juga aku telah memilih seseorang lain yang kucintai. Mungkin seketika kau mengira aku adalah wanita yang teramat jahat hingga tak bisa melihat ada sosok yang jauh lebih peduli padaku melebihi sosok sosok yang lain. Sekali lagi ku katakan cinta berurusan dengan hati, jadi siapapun tak bisa memaksanya

Advertisement

Sampai saat ini aku tak pernah mengerti mengapa kau memiliki rasa yang begitu besar padaku, rasa kepedulianmu yang begitu tulus kepadaku terkadang membuatku sangat merasa bersalah. Namun kau juga perlu tahu bahwa aku telah berusaha membuka hatiku untukmu sebelum aku benar-benar bersamanya, tapi sekuat apapun aku mencoba selebar apapun aku membuka hati aku sungguh tak bisa merubahnya sedikitpun.

Aku mencoba memberimu penjelasan berulang kali namun kau tetap tak pernah mau mengerti, aku telah lelah menyuruhmu berhenti lalu pergi perlahan namun kau tetap bertahan. Meski pada akhirnya aku tak bersamamu namun kau tetap bisa menjadi teman bahkan teman baikku.

Tetaplah menjadi seperti dulu tanpa apapun ada yang berubah termasuk status hubungan kita, tetaplah menjadi kamu yang pernah kukenal dulu meski aku tahu aku tak bisa sedikitpun memaksamu. Aku ingin tetap mengenalmu sebagai sahabatku bukan seseorang yang akan mengisi hatiku. Maafkan aku, bukan kau tak mengizinkanmu untuk masuk lebih dalam dalam hati ini, namun kurasa rasa ini hanya sebatas teman.

Percayalah akan ada sosok wanita luar biasa di luar sana yang akan menemani dan mengisi hari-harimu nanti. Dan yang pasti dia adalah jodoh yang sesungguhnya telah di pilihkan Tuhan untukmu. Bangun dan berdirilah, temukan dia yang selama ini menanti kehadiranmu. Terimakasih dan selamat berjuang untuk dia yang seharusnya kau perjuangkan. 🙂