Isi setiap cangkir lain, tapi tidak minum dari satu cangkir

Mencintai satu sama lain, tetapi tidak membuat ikatan cinta

berikan hati Anda, tetap tidak saling menjaga

berdiri bersama namun tidak terlalu dekat untuk bersama-sama

– Khalil Gibran

Advertisement

Penggalan puisi di atas merupakan interpretasi dari cinta platonis. Sebagian dari kita mengkin belum paham dengan konsep cinta platonis yang masih jarang dibahas ini. Pernahkah mendengar lagu 'tak bisa memiliki' karya salah satu anak bangsa? mirip dengan makna lagu itu, cinta platonis adalah perasaan mencintai namun memilih untuk tidak saling memiliki secara fisik. Berbagai alasan melatarbelakangi cinta platonis seperti suku, agama, sifat, keluarga. Pada dasarnya cinta seperti ini tetap menyayangi, memperhatikan, dari jauh.

Cinta yang murni tanpa rasa egois untuk memiliki, cinta yang merdeka tanpa harus dikekang dan memenjarakan. Cinta yang tragis atau romantis? Ketika membuka mata untuk memulai hari, bayangan orang itu yang pertama terlintas namun banyak pertimbangan sehingga kita memilih untuk mencintai dengan tulus tanpa adanya ikatan, cinta yang membebaskan dan memerdekakan kita dari kewajiban 'berpasangan'. Tidak kuatir berjauhan, tidak kuatir kehilangan namun memikirkan. Cinta yang membuat kita mampu berjalan tegak sekalipun tanpa berdampingan.