Aku.

Sempurna?

Tidak.

Aku bisa apa dengan semua keterbatasan yang kupunya? Apalagi kau adalah manusia nyaris sempurna yang kukenal, dan aku hanyalah seorang pengagum rahasiamu yang biasa saja. Pantaskah?

Kurasa tidak.

Advertisement

Aku hanya bisa bersembunyi dibalik perasaanku sendiri, menyakiti diriku sendiri, menunggu dengan tidak pasti sesuatu yang mustahil sekali untuk menjadi nyata. Aih! Menyakitkannya.

Kau tahu? menyakitkan sekali memendam perasaanku sendiri, menyembunyikan sesuatu tak akan semudah mengungkapkannya! Apalagi aku sadar tak akan pernah pantas bahkan untuk bersanding denganmu satu meter saja.

Aku ini siapa?

Tak akan mungkin aku sok sokkan mengutarakan semuanya, menyombongkan perasaanku yang mungkin tidak ada artinya untukmu ataupun mereka, bahkan mungkin ejekan tawa yang aku dapatkan.

Disini di dalam perasaan yang sama…

Aku masih mengintipmu dibalik topeng.

Masih belum berani untuk sekedar berbasa-basi.

Masih berdiam diri melihatmu berlalu pergi.

Hai kau…

Dengan semua kekurangan ini mustahil aku bisa melengkapimu, apalagi menyempurnakanmu.