Di sinilah saya akan menuliskan sedikit tentang apa yang saya rasakan dalam menjadi seorang mahasiswa Teknik Informatika di Universitas Teknologi Yogyakarta atau UTY. Tulisan ini saya buat tanpa meniru dan menjiplak karya orang lain.

Tidak terpikir kenapa saya bisa masuk ke prodi teknik informatika, padahal sebelumnya saya berencana melanjutkan kuliah dan mengambil prodi hukum atau hubungan internasional. Saya merasa kurang cocok dengan pelajaran yang ada di Informatika, saya lebih tertarik untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan masalah sosial. Tetapi apa boleh buat ? sudah terlanjur masuk pada prodi informatika, sekarang bukan saat nya untuk menyesali itu semua. Toh setiap ilmu tetap pasti ada manfaatnya, sekarang yang perlu saya lakukan hanyalah belajar dan berdoa agar di berikan kemudahan dalam menjalani dunia perkuliahan. Dan sekira saya ini semua termasuk jalan yang sudah di atur oleh Yang Maha Kuasa. Tidak boleh mengeluh dan tetap bersyukur.

Setelah kuliah di mulai semua kesulitan mulai terasa. Mulai dari pelajaran yang sulit untuk di mengerti dan tugas yang tidak sedikit. Tetapi bagi saya itu semua adalah rintangan menuju kesuksesan yang telah menunggu di depan. Kita seperti hanya pelu mencari jalan keluar untuk mencapainya. Harus semangat karena bukan hanya saya yang merasakan semua kesulitan ini, seperti teman sebelah bangku yang di tanyakan sering juga tidak memahami materi yang di bawakan oleh dosen. Disitu saya merasa "untuk sesuatu yang besar di butuhkan usaha yang lebih."

Terkadang juga bukan hanya pusing soal masalah tugas, tetapi saya sebagai anak kost tentu harus memikirkan masalah tumpukan baju kotor, sepatu yang belum di cuci, kamar kost yang berantakan, makanan belum tersedia dan lain-lain. Masalah seperti itu juga harus di perhatikan karena kita sebagai mahasiswa tentu harus berpakaian dan berpenampilan rapi. Menjadwalkan baju apa yang harus di pakai besok dan lusa di tambah lagi uang bulanan yang terus menipis setiap harinya.

Entah kenapa saya memilih tema tulisan ini sebagai tugas dari dosen Pendidikan Pancasila saya, tetapi saya membuat tulisan ini juga bertujuan sebagai penyemangat kuliah saya. Dimana saya harus bersyukur karena masih banyak orang di luar sana yang belum bisa merasakan bangku kuliah. Semoga cita-cita dan harapan saya bisa tercapai tepat waktu. Aminn.

Advertisement

Sekian tulisan ini saya buat, mohon maaf apabila kiranya masih banyak kata dan tanda baca yang kurang cocok atau canggung pada tulisan ini untuk dibaca. Karena saya masih belajar untuk menjadi seorang penulis.