Berpisah denganmu adalah hal terberat yang harus kulakukan. Hal yang membuat senyumku tak lagi indah, tawaku tak lagi lepas, dan candaku yang tak lagi lucu. Aku tahu dan sadar bahwa aku merindukanmu. Merindukan hal-hal kecil yang kamu lakukan. Merindukan pagi saat kamu mengucapkan "Selamat pagi sayang", merindukan siang saat kamu mengatakan "Kamu lagi sakit, tidur dulu gih", merindukan senja saat kamu bilang "Aku udah sampe rumah, capek" dan merindukan malam saat kamu ucapkan "Good night, mimpiin aku ya, Love you". Bukankah hal kecil itu membuat hati ini melupakan sejenak kekecewaan yang kau sebabkan?

Aku sedang berada di persimpangan. Persimpangan kebimbangan antara kembali atau tetap terus berlari. Sebentar kupikir aku akan terus berlari, namun rindu ini semakin menghantui. Sebentar ku pikir akan kembali, tapi aku tak siap jika disakiti lagi. Haruskah aku kembali melanjutkan kisah ini, ataukah harus aku menahan rindu yang tak bertepi ini dan terus berlari?

Dariku, yang larut dalam rindu.