Sebelumnya aku sudah tahu akan seperti apa jadinya diriku setelah bersamamu.

Itu salah satu alasan yang membuatku berfikir panjang untuk bisa menjadikanmu sosok penting dalam hatiku. Sebelumnya pun aku sudah tahu bahwa setelah bersamamu mungkin akan sering ada drama tak penting yang akan menciptakann nyeri di ulu hati. Padahal selama ini aku sudah terbebas dari perasaan nyeri macam itu. Jadi apakah aku masih terlihat tak beralasan karena tak memberi kepastian? Justru kamulah yang meragukan.

Namun aku bingung kenapa masih ngotot mencintaimu dengan berbagai alasan ala logikaku.

Bahkan keseharianmu aku tak tahu persis, sejarahmu juga sama sekali tak pernah ku ungkit, kisah dan raport hidupmu pun aku tak tahu sama sekali. Mau memulai darimana meneliti dirimu yang penuh misteri? Kali ini aku mencintai sosok yang tak kukenali dari hati ke hati.

Tanpa mengenal seluk belukmu aku bisa terpana menyaksikan hatiku yang jatuh padamu.

Advertisement

Tanpa kamu berusaha untuk bertatap muka langsung denganku dan aku bisa membuka hati. Ajaib bukan, setelah banyak lelaki yang kukenal baik menghampiri dan menawarkan kasih sayang yang sama persis seperti yang kamu tawarkan, tak ada beda dan tak lebih buruk pula.

Kamu sudah tahu aku ragu karena tak kenal luar dalam, mengapa kamu tak berusaha mengenalkan dirimu lebih jauh padaku?

Sungguh meragukan namun bisa membuatku yang kaku jatuh hati.

Terkadang aku merasa bodoh menanggapi lelaki macam kamu yang tak serius. Aku pernah berfikir menerimamu tanpa mencoba menelusuri dirimu lebih jauh. Aku juga pernah berfikir untuk menanggung resiko jika harus menjalani hubungan dengan lelaki yang tak kukenal sepertimu. Tapi belum sempat ku keluarkan, ide itu sudah pergi dibawa angin.

Aku boleh kan bingung dengan diriku yang aneh ini. Senang sekali dengan spekulasi macam ini. Padahal aku tahu hati cuma satu bukan untuk sembarang orang. Lagipula aku tak terlalu maniak pada cinta. Aku sudah lama tak dibuat senang oleh sensasi PDKT seperti ini. Sudah sangat lama… Aneh bukan bisa dengan tiba-tiba kamu kuasai hati yang lama tak berpenghuni. Dulu aku pernah berfikir tak akan ada lagi orang bisa masuk kesini. Nyatanya kamu bisa.

Siapa yang bisa aku mintai saran perihal hati jika bukan diri sendiri ?

Bagaimanna aku menyikapi kedatanganmu ?

Aku tak sanggup memendam, dan teman akhirnya aku jadikan dewan pertimbangan. Kata mereka aku bodoh, ada yang bilang aku lemah, ada pula yang mengataiku sembarangan. Tapi kenapa aku tetap bertahan pada keadaan rumit ini?

Seharusnya aku menjauh dan pergi. Tuhan bisakah engkau memberiku sedikit jalan untuk mengatasinya?

Aku kebingungan karena belum berpengalaman. Cinta memang tak pandang rupa, tak pandang harta atau cerita. Tapi aku ragu padamu, tolong yakinkan aku.

Dari aku yang mencintaimu tanpa pernah tatap muka.