Aku terdiam memandang derasnya hujan yang mengalir, menikmati setiap tetesan air yang jatuh menyentuh tanah itu.

Hujan.. kau adalah anugerah penuh berkah yang Tuhan ciptakan untuk semua makhluk yang memiliki hidup.

Aku begitu mengagumimu meski terkadang kau juga membuatku merasa tak ingin menyentuhmu.

Aku menunggu kehadiranmu meski mungkin sebagian makhluk tak menginginkannya. Dan aku sangat bahagia ketika kau turun karena di situlah aku bisa menangis tanpa ada satu orang pun yang tahu. Akupun bisa mengingat ribuan kenangan indah yang pernah tercipta karenamu, dan di saat itu aku selalu ingin berlama lama meski ku tahu akhirnya akan sangat dingin dan bahkan menyakitkan.

Dear hujan adilkah bagimu jika aku menyukaimu namun aku tak ingin basah karenamu, bahkan aku terkadang sangat berharap kau turun dan memelukku dengan tetesan-tetesan air itu tapi aku sungguh tak ingin menjadi basah karenanya. Aku tahu seharusnya aku tak bisa seegois itu.

Advertisement

Kehadiranmu tetap akan ku tunggu, akan tetap kunanti meski aku tak bisa hanyut bersamamu karena aku harus berada di bawah sebuah payung yang membatasi kita.

Terimakasih Tuhan, Kau telah hadirkan hujan di dunia walau tak selamanya hujan akan menimbulkan tawa, karena terkadang hadirnya juga menciptakan air mata.

Mendung yang Nampak mengisyaratkan akan kedatanganmu

Bisa menjadi tawa bisa pula menjadi air mata

Namun aku akan tetap menikmati setiap tetesan itu.

Sebab setiap tetesnya mengingatkanku akan hal yang indah namun berakhir luka

Aku menantimu,

Wahai hujan penyejuk hati, percayalah

Aku akan selalu ada di balik payung itu

Hingga perlahan kau berhenti lalu pergi

Terimakasih hujan..