Hidup di dunia mempertemukan kita dengan banyak orang yang memiliki sifat yang berbeda-beda. Artinya, itu menuntut kita agar pandai-pandai dalam berinteraksi di tengah keberagaman karakter tersebut. Yakinlah, seseorang yang mampu berinteraksi dengan baik, akan lebih sedikit menuai masalah dalam hidupnya atau bahkan tak akan pernah menemukan masalah, baik dengan teman, kolega maupun keluarga.

Tapi, yang namanya manusia, tak akan terlepas dari masalah dalam hidupnya. Kadang masalah yang datang dipicu oleh hal-hal sepele. Seperti, hanya karena ada orang yang memandangnya dengan pandangan tidak mengenakkan, itu langsung diproses ke dalam hatinya. Timbulah rasa amarah dalam dirinya, hanya karena ada orang yang memangdangnya dengan memasang muka cemberut atau dengan muka sinis dan sebagainya. Itu menunjukkan betapa tingginya emosi yang ia punya.

Kita perlu tahu, bahwa orang yang memasang muka cemberut, sinis dan setamsilnya, bukan berarti ia marah atau benci pada kita. Bisa jadi sebaliknya. Berhubung kita memiliki sifat sentiment, maka itulah yang membuat kita salah persepsi atas sikap orang lain. Untuk itu, kita musti lebih besikap dewasa dalam hal ini.

Kita punya akal, alangkah baiknya kita menggunakannya dengan semaksimal mungkin. Bukan malah hati yang kita prioritaskan sehingga akan banyak menimbulkan amarah, padahal itu lahir dari ‘kesalahan kita’ dalam membangun persepsi di setiap kejadian.