Manusia bisa terluka?
Manusia pasti menangis
Dan manusiapun bisa mengambil Hikmah ?

Air Mata – Dewa 19

Bagiku hidup ini tak pernah pasti, menunggu dan terus menunggu. Entah akan datang kebahagiaan dari sisi mana, yang pasti Allah masih menyimpan rapat takdirnya untukku. Kalau dibilang lelah, ya pasti lelah. Kalau dibilang bosen, ya kadang bosen. Tapi aku berusaha bersikap wajar dan biasa, berusaha ikhlas dan sabar menjalani nya.

Diwaktu itu segalanya tampak lelah dan tak ada semangat, tertekan. Bukan lagi kewajaran yang ku rasa, tapi hanya gejolak rasa sedih, benci, kecewa segalanya ada dalam hati. Memang topeng yang selalu ku pakai untuk menutupi segalanya tampak sempurna, tampak baik. Tak ada kekecewaan, tak ada kekosongan, tak ada lagi rasa sedih. Tapi jauh dari itu tidak mudah menjadi aku, Percayalah !

Aku berusaha kuat menjalani setiap hariku, berusaha sabar saat aku harus memikirkan hal yang seharusnya bukan jadi pikiran anak seumuranku waktu dulu, Ya! waktu dulu sudah hampir 15 tahun terlewat tapi bayang bayang itu selalu melekat dalam jiwa. Berusaha melupakan setiap hal yang telah aku jalani, tapi orang orang seperti menghakimiku.

Aku bukanlah anak anak pada masa dulu, waktuku lebih habis memikirkan hal – hal yang seharusnya dipikirkan orang dewasa. Saat itu kadang aku ingin menyerah, tapi keadaan yang membuatku kuat. Diremehkan, diacuhkan itupun hal yang sangat wajar dulu.

Advertisement

Saat aku ingin segera menyelesaikan study ku, saat itu banyak hal – hal yang membuatku lebih merasa tidak kuat lagi. Ingin menyerah sebentar saja, diam dan berfikir kalau segalanya tidak ada yang tidak mungkin. Dan semua itu hanya aku dan Tuhan yang tahu.

Bertahun tahun berlalu dan aku masih menyimpan rapi segalanya untukku sendiri, sampai aku bertemu seseorang yang membuka hal tentangku, tentang hidupku dan segalanya. Saat itulah aku tak kuasa lagi menahan air mata, bukan air mata bahagia karena ada yang memahamiku tapi air mata sedih dan sakit ketika ada orang yang mengerti tentang aku dan hidupku. Dan membuka luka lama yang sekian tahun berusaha aku sembuhkan. Aku kira kamu seorang yang akan menghakimiku tapi kamu berbeda dari orang lain, sikap dewasa mu membuatku nyaman bercerita tentang hidupku tanpa malu sedikitpun. Ya! Kamulah kakak terbaik yang pernah aku temui. Bahkan sampai sekarang jika tak sengaja aku mengingat setiap hal buruk aku selalu mengingatmu, menceritakan semua dari A – Z.

Kadang ketidaksengajaan membuat aku merasa bahagia kadang sedih, hidup sendiri tanpa orang tua seperti sudah pilihan. Kadang rindu untuk bertemu, rindu ingin memeluk lagi seperti masa kecil dulu. Tapi disana lebih banyak orang menghakimiku dan memojokkanku. Aku rindu sebenarnya dengan hal hal dulu, tapi entah kenapa banyak orang yang sikapnya kurang wajar terhadapku.

Jika aku terlahir untuk kedua kali mungkin aku tidak akan memilih jalan hidup begini, tapi karena aku tahu segalanya butuh proses maka aku tetap menjalaninya. Sekeras apapun itu, sepahit apapun itu setidaknya aku sudah berusaha dan berdo'a. Bukankah segalanya terjadi atas kuasa Tuhan? Ya, aku manusia hanya bisa merencanakan. Dan sebaik baik rencana manusia tetap Tuhan yang menentukan.

Maka untuk kalian yang ada disana, ini hidupku ini aku ini ceritaku. Seburuk apapun inilah aku ini hidupku, kalian tak berhak tahu itu. Kalaupun aku sendiri tanpa kalian, setidaknya aku punya Tuhan untuk menuntun hidupku dan aku selalu bersyukur atas segala nikmat ini.