Kapan aku bisa bertemu denganmu untuk melepas kerinduan yang selalu buatku sesak seperti saat mendaki puncak dengan cara berlari?

Salah satu pertanyaan yang selalu saja datang di antara sejuta tanya tentang aku, kerinduan, dan dirimu. Karena aku dan kerinduan tak pernah bisa terpisahkan darimu, walaupun kini kamu memang telah berpisah dengan kehidupanku.

Lantas aku harus bagaimana menjawab pertanyaan itu jika selalu muncul terlebih dahulu saat aku ingat akan dirimu, sedangkan aku dan kamu masih sangat mungkin bisa bertemu.

Entahlah, hanya kata-kata ini yang muncul dan bisa menjawab semua pertanyaan yang hampir selalu datang bersamaan sebelum pertanyaan terakhir itu "kapan aku bisa bertemu denganmu untuk melepas kerinduan yang selalu buatku sesak seperti saat mendaki puncak dengan cara berlari?"

Mungkin memang terasa bodoh dengan hanya menjawab begitu banyaknya pertanyaan hanya dengan jawaban "entahlah". Namun, kenyataannya hanya jawaban itu yang sangat realistis terucap saat cinta dan kerinduan menjadi satu dan selalu mendorong diri untuk menginginkan secara utuh yang dicinta dan dirindukan agar bisa selalu bersama dalam suasana yang tak pernah akan terduga.

Advertisement

Sedangkan kamu yang aku cinta dan aku rindu dirindukan kini entah di mana keberadaanya dan bagaimana keadaannya hanya selalu menjadi tanya. Bahkan gambaran tentang dirimu kinipun semakin menjadi tanya yang tak berkesudahan yang selalu saja datang di tengah-tengah kesibukan dan saat aku bersantai.

Lalu,bagaimana dengan dirimu, apakah kamu sama sepertiku? Sepertiku yang selalu merindukanmu. Sepertiku yang selalu ada sejuta tanya dalam jiwa saat aku mengingatmu? Sepertiku yang selalu meminta dan memohon doa agar aku bisa bertemu denganmu? Sepertiku yang selalu menyapamu walau hanya dalam mimpiku? Sepertiku yang kini masih selalu mencari untuk menemukan tujuanku yang hakiki?

Lagi-lagi, jawaban yang paling tepat adalah "etahlah" hanya dirimu saja tentu yang tau. Apakah kini dirimu sepertiku atau malah dirimu tak lagi sama denganku?

Karena memang sejak awal kita telah berbeda.

Mungkin hanya ini yang bisa aku tuliskan malam ini untuk dirimu yang tentu akan membaca ini semua yang tentu sudah pasti adalah gambaran suasana hati yang aku alami selami ini. Semoga suatu saat nanti, entah kapan masanya, aku berharap bisa berjumpa denganmu wahai sang pemilik hati ini.