Seiring berkembangnya jaman, gadget di desain sebagus mungkin dengan dilengkapi fitur-fitur yang canggih sehingga akses dunia luar lebih leluasa. Kalau dulu orang memberi kabar melalui telepon atau SMS saja. Namun, sekarang orang bisa memberi kabar melalui yang namanya BB, Whatsapp, Skype dll.

Penggunaan gadget saat ini memang sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari berbagai kalangan tak terkecuali anak-anak. Anak jaman sekarang sudah mengenal yang namanya BBM, Whatsapp, Instagram dll. Itu semua karena gadget diperkenalkan sejak dini oleh orangtuanya. Mungkin untuk akses komunikasi ketika orangtua berada jauh dari anaknya atau mungkin memang keinginan anak tersebut. Penggunaan gadget dari sisi postif terhadap anak yaitu dapat meringankan anak dalam mencari tugas sekolah, sebagai sarana hiburan dll.

Namun tahukah anda bahwa gadget memiliki dampak negatif bagi anak-anak ?

Tentu banyak. Tak terkecuali tergesernya kesenangan bermain dolanan anak. Pada umumnya seumuran mereka sangat senang-senangnya bermain dengan teman sebaya. Dolanan anak itu sangat banyak. Lompat tali, engkling, gobak sodor, sepakbola, kelereng, layangan dan masih banyak lagi. Itu semua dunia bagi mereka untuk menikmati masa kecilnya , tak kenal waktu pulang karena keasyikan bermain dengan temannya. Namun sekarang ? dolanan anak tergantikan oleh gadget. Selain itu adanya game online yang terdapat di gadget tersebut sudah sangat menyenangkan bagi mereka. Sehingga dolanan anak semakin kesini semakin punah. Padahal dolanan anak merupakan akses untuk bersosialisasi dengan lingkungan luar sekaligus ajang untuk belajar bagi anak-anak. Permainan dolanan anak syarat dengan kejujuran, kebersamaan, kekompakan, kerjasama dan olah fisik. Namun gadget membuat anak-anak mengalami kekurangan komunikasi dengan teman-temannya dan ondong ke sifat individual.

Sangat disayangkan jika anak-anak jaman sekarang tidak menikmati kesenangan bermain dolanan anak. Namun semua itu bukan sepenuhnya salah mereka. Peran orangtualah yang sangat dibutuhkan untuk membatasi anak dalam penggunan gadget berlebihan. Karena anak-anaklah yang melestarikan dolanan anak, kalau bukan mereka siapa lagi ?