Dear kamu yang jauh disana,

Sudah sama sama menginjakkan tanah rantauan, terkadang rindu yang tak berujung untuk menjenguk kampung halaman. Aku tau kamu juga pasti rasa. Tapi bukankah kita sudah sepakat untuk sama sama berjuang untuk itu ??? Akan jauh lebih bangga saat kita pulang dengan kabar untuk memberi undangan untuk toga yang akan disematkan. Bukankah benar begitu sayang ?

Canda, tawa dan raut wajah sungguh teringat jelas di kepalaku. Sudahlah aku memang rindu, tapi aku bahagia dengan caraku menunggu togamu tiba.

Pernahkah kamu berfikir bahwa aku tidak pernah sedikitpun egois tentang hatimu. Kamu bebas memilih memilih mana yang baik tentang cita, cinta dan juga perasaanmu. Aku memang sedang bersamamu sekarang, namun dengar aku tidak akan melepas dan membiarkanmu berjalan sendiri meraihnya. Aku ingin sesegera mungkin melihat kesuksesanmu. Urusan hati itu pilihanmu.

Saat kamu diatas nanti aku tidak mewajibkanmu melihat kebawah dengan siapa kamu berjuang. Aku hanya menuntut hakku bahwa kamu harus paham mengapa kamu diperjuangkan !

Advertisement

Dari aku yang baru saja mencintaimu,

Bahwa bagaimanapun kamu aku bangga