Untuk sebagaian besar mahasiswa tingkat akhir, wisuda adalah tujuan utamanya. Setelah lulus mulailah cari pekerjaan. Dimulai dari mempersiapkan ijazah, trasnkip nilai, kartu keluarga, akte kelahiran, surat lamaran, CV dan SKCK.

Belum lagi kita perlu menyiapkan berkas itu dengan beberapa bentuk file seperti jpg dan pdf.

Mencari pekerjaan kesana sini, ikut jobstreet, sampai masukin lamaran online. Hal-hal seperti itu yang akan menyita waktu kita setiap hari.

Lelah? Jangan ditanya. Sebulan, dua bulan, tiga bulan, belum kunjung datang juga perusahaan yang menerima kita menjadi karyawannya. Bukan karena kita tidak pantas tapi memang belum tepat. Sampai akhirnya kita merasa kalau usaha memang harus dibarengi dengan doa.

Untuk kamu yang beragama islam kita pasti akan lebih sering sholat malam untuk meminta kepada Allah SWT.

Advertisement

Meminta pekerjaan.

Tenang, Allah tidak akan menolak permintaan hambanya yang sungguh-sungguh. Setelah usaha dan doa dijalankan bersamaan maka tinggal menunggu hasilnya. Cepat atau lambat kita pasti akan menerima tlp atau email dari satu perusahaan yang intinya memberikan selamat karena kita dapat bergabung diperusahaannya.

Bahagia? Pasti. Walaupun kadang perusahaan yang pertama kali kita dapatkan bukan perusahaan idaman kita. Tapi untuk mengisi waktu dan menambah pengalaman apasalahnya menerima pekeran itu selagi kita yakin bisa. Satu kalimat yang masih ku ingat setelah aku memberitahuan kepada ibuku kalau aku keterima bekerja disalah satu perusahaan. "Hari pertama bekerja akan terasa sangat berat nak", ujarnya sambil tersenyum.

Aaaak benar saja.

Hari pertama memang selalu berkesan. Mungkin di hari pertama kita belum mendapatkan pekerjaan yang berat atau justru belum dikasih kerjaan sama sekali. Namun suasana, tempat dan orang asing membuat otak kita bekerja lebih keras untuk menyesuaikan semua itu dan itu yang membuat kita lelah.

Sebulan kemudian kita belum tentu dapat menikmati pekerjaan. Menurutku, satum dua hingga tiga bulan menjadi hari-hari terberatku dikantor. menyesuaikan ritme kerja dengan deadline dan dituntut prosefional dalam menjalani tugas menjadi tantangan paling berat. Hampir setiap saat aku mengeluh. sampai aku bertanya pada ibu. apakah aku boleh resign?

Namun ibu terus memnguatkanku.

Beliau tidak pernah melarangku untuk resign tapi mencoba memberikan penjelasan mengenai pekerjaan. Dunia kerja tidak sama dengan sekolah atau kuliah.

Di dunia sekolah dan perkuliahan kita hanya dituntut untuk belajar dengan tujuan lulus dan hasilnya langsung kita rasakan sendiri. Sedangkan di dunia kerja kita dituntun menjadi orang yang profesional dalam menghadapi segala sesuatunya dengan tujuan akhir memajukan perusahaan yang hasilnya kadang tidak langsung kita rasakan.

Aku baru sadar kenapa kita diajarkan tanggung jawab mulai dari sekolah hingga kuliah. Ini waktunya kita mempraktikkan pelajaran tanggung jawab kita selama 12 tahun sekolah dan 4 tahun kuliah. Tanggung jawab dengan pekerjaan yang sudah kita terima saat tanda tangan kontrak kerja 🙂

Saat rasa capek dan lelah itu tidak terbendung lagi, maka untuk kesekian kalinya kita akan diingatkan untuk selalu dekat dengan-Nya. Kalau bekerja adalah ibadah maka jadikanlah setiap langkah kita untuk myelesaikan tanggung jawab ini dalah ibadah. Maka ikhlas menjadi jalan satu-satunya untuk dapat menyelesaikan tugas dengan baik sekaligus pahala dari- Nya.

Jadi jangan menyerah. Manusia wajar mengeluh tapi, cepatlah ingat kalalu bekerja dengan ikhlas maka pahala ganjarannya.