Hey kamu,

apa kabar? masih single kah?

Aku ingin bercerita, lagi-lagi soal cinta dalam diam, soal cinta yang aku sendiri tak tahu akan terbalas atau tidak. Seperti inilah aku yang masih terdiam, hanya bisa diam tak tahu cara menyampaikan rasa kepada seorang anak adam.

Jatuh cinta membuatku gila, membuatku rindu kala jauh, dan mendadak ketus saat di dekatnya. Da aku mah apah atuh, hanya gadis biasa yang berharap cinta sang pujangga. Pujangga yang selalu bersenandung dengan petikan gitarnya, yang selalu tersenyum dengan jambang manisnya.

Terkadang aku ingin berteriak kencang, dengan lantang dan berkata "woyy,, mas situ gatau ya perasaanku?, atau pura-pura ga mau tahu?" setidaknya boleh dong ada sedikit lampu hijau buatku, tapi ahh sudahlah, semua teriakan itu hanya bisa ku ungkap dalam hati bukan lewat mulut.

Advertisement

Aku tak mungkin bisa melupakanmu, karena sayapku telah patah karena mu. Seperti seekor merpati, tak akan bisa terbang sempurna bila salah satunya sayapnya terluka. Aku pun demikian, sulit untukku beranjak mencari tepian tuk sekedar belajar berjalan. Ku terpaku sendiri, mencoba untuk terus mengepakkan sayap walau tak pasti.

Aku harap kamu percaya dalam diamku ini, tersimpan cemburu yang tak terbendung. Tersimpan gelisah yang tak selalu mendesah ingin kau ketahui. Tak sadarkah engkau, jika hati seorang perempuan sangat mudah untuk rapuh apabila dilanda api cemburu. cemburu kala menatap mu nun jauh sedang tertawa dengan perempuan lain, cemburu dengan segala keramahtamahan mu.

Cinta memang tak harus memiliki, tapi sungguh ku telah memilih untuk memiliki hatimu tanpa kamu tahu. Aku mencintaimu tanpa tahu bagaimana, sejak kapan dan dari mana. aku mencintaimu karena aku tidak tahu ada cara yang lain. Jika kamu tahu ada cara lain, beri tahu aku segera! 🙂 setidaknya cara untuk lebih jatuh cinta padamu.

Namamu mengabadi dalam ingatanku, menggumpal dan mengalir lewat aliran darah. Karena ku tahu luruhnya hati bukanlah suatu dosa, maka ku tak pernah takut selalu mengingat namamu, dan terus jatuh cinta padamu. Tapi tak sempatkan kau lakukan hal yang sama padaku kali ini? dan memberi lampu hijaumu padaku?

Seperti padang labirin, aku masih berputar-putar mencari cara untuk pulang, cara untuk pergi dari kotak cinta yang membuatku tersesat. tapi sungguh ku menikmatinya, tersesat dalam bayangmu, walau kadang menyakitkan. Memendam rasa memang menyakitkan, tapi ku masih belum punya pilihan lain

Tertanda,

Aku yang mengagumimu dari jauh.