hey kamu, yang aku sendiri tak pernah tahu siapa dirimu, yang aku sendiri tak pernah tahu keberadaanmu saat ini, bahkan rupamu saja semua masih terasa absurd difikiranku.

Semua masih rahasia , bukan? Rupa dan wujud mu, bahkan waktu pertemuan kita masih tersegel rapat oleh Allah. Aku benar – benar harap cemas menantikan kapan saat itu datang. Bertemu denganmu, merangkai banyak kata dan bersenda gurau bersama, yang mampu menghiasi setiap senyum dibibir kita. Bagaimana denganmu ? Semoga kamu pun begitu. Merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan. Bukankah semua terjadi karena takdir ? Ya, aku percaya jika namamu telah tergores dalam Lauhul Mahfuz-Nya. Aku percaya, kamu disana juga menantikannya. Lalu, apalagi yang bisa aku lakukan ketika merindukanmu ? Jika bukan lewat doa aku sampaikan ? Memohon agar rindu ini masih bisa tertahankan. Memohon Allah selalu kuatkan dalam menjaga hati kita. Sabarlah, jika saatnya nanti tiba, Allah pasti pertemukan kita. Entah lewat cara apa dan bagaimana, tapi Dia lah sang sutradara pembuat skenario terhebat dan kita sebagai aktor juga aktris yang memainkan sebuah lakon dengan latar dan setting yang berbeda. Untukmu, yang dimasa depanku, selalu kuselipkan namamu di setiap amin-ku. Semoga saja amin yang telah terangkai itu dapat menuntunku untuk menuju hatimu. Tugas yang dapat kita lakukan saat ini adalah sama – sama memperbaiki diri dan memantaskannya sampai pertemuan indah itu tiba. Jangan kamu terlalu khawatirkan tentang pertemuan kita. Biarlah semua mengalir apa adanya. Biarlah waktu dan perjuangan yang menjadi saksi bahwa dalam menggapai pelangi indah harus ada hujan badai yang kuat, dan kita harus melalui itu semua, bukan ?

Aku bukanlah Raisa yang menjadi trendsetter dikhalayak ramai saat ini. Aku bukanlah perempuan yang dapat melakukan semua urusan rumah tangga dengan sempurna. Aku bukanlah perempuan yang kaya dengan harta berlimpah. Aku adalah aku. Seseorang yang membutuhkanmu untuk menjadi imamku, pembimbingku, guruku dan sahabatku yang dapat mengajarkan ku banyak hal untuk menjadi khadijah mu. Aku mau belajar, aku mau dibimbing olehmu dalam menggapai Jannah-Nya dan membangun istana kita bersama kelak. Karena itulah aku diciptakan dari tulang rusukmu, bukan dari kepala yang dapat menjadi atasan, bukan dari pundak untuk jadi beban, bukan pula dari kaki yang dapat diinjak sebagai bawahan, tapi dari tulang rusuk, tulang yang dekat dengan tangan untuk dilindungi, dekat dengan hati untuk disayangi dan dekat dengan jantung untuk dihargai dengan hati nurani. Ya, aku hanya perempuan biasa masa kini. Tak banyak kelebihan yang bisa aku tonjolkan, tetapi aku mau berusaha untuk selalu jadi yang terbaik untukmu kelak. Aku masih banyak kekurangan dan aku membutuhkan pelengkap untuk menyeimbangi kekuranganku. Bukan dirimu sebagai Robbert Pattinson ataupun Bradd Pit yang aku butuhkan, Bukan pula seperti Raffi Ahmad yang memiliki Lamborghini, tetapi kamu yang menjadi dirimu sendiri sebagai seseorang yang akan memberikan cinta dalam mencapai cinta-Nya. Jangan menuntutku untuk menjadi sempurna, Kalau ada yang membuatmu bahagia dan merasa nyaman, itu Aku.

Semoga jalan panjang yang berliku ini segera dipertemukan persimpangan yang dapat membawaku menuju hatimu. Walaupun nantinya banyak kerikil tajam dan jalanan terjal, aku yakin kita mampu melewatinya. Bismillah, semoga Allah masih menguatkan kita untuk sama – sama menunggu takdirnya. Tetap istiqomah dengan segala rencana-Nya, Kamu…..