Kesepakatan yang kita buat bersama adalah komitmen yang harus dijalani dengan semaksimal mungkin. Walau harus merasakan sesak pilu, walau kehampaan kerap datang bertandang dengan garangnya mengisi hari-hari sepimu, maafkan aku, tapi percayalah hati ini tidak kosong, namamu tetap indah terukir disana, disudut terbaik hatiku..

Aku percaya kita akan melewati semua ini, jarak dan waktu hanyalah sebatas ujian bagi kita, walau seringkali kau anggap racun atau bom waktu yang sewaktu-waktu bisa membunuh cinta kita. Setidaknya aku masih disini dengan segenap rindu yang kupunya untukmu. Bahkan malam ini kutitipkan rindu itu pada hujan, pada angin malam, dan dedaunan yang dikepung angin basah diantara ulat resah. Airmataku pun ikut patah jatuh terkulai diatas basahnya tanah yang kupijak. Yups, Aku Rindu Padamu, Bogoshipo…

Berhentilah mengutuk ketidakberdayaan ini, karena setidaknya ada sebongkah rindu yang hangat untukmu. Berjanjilah kamu akan terus ada, berjanjilah kita akan berjuang bersama, walau kisah kita pelik, sulit dimengerti, walau didepan sana ada jurang menganga. Berjanjilah untuk tidak melepaskan tanganku…kita bergerak bersama mencapai destinasi puncak teratas piramida cinta kita….