Mengapa harus ada pertemuan kalau ada perpisahan? Mengapa harus ada pernikahan kalau ada perceraian?

Kita lahir di keluarga yang cacat. Di antara dua pihak yang saling menyalahkan. Yang mementingkan ego masing-masing. Saling merebutkan diri ini. Di mana ada keluarga seperti ini?

Dulu, kita hidup sangat bahagia. Senyum dan tawa ada pada wajah kita. Pergi kemana hal manis yang pernah ada itu? Namun sekarang, yang ada hanyalah tangisan yang tak ada hentinya.

Ayah, Ibu, aku ingin hidup dengan kalian berdua. Aku ingin kita hidup bersama dan bahagia selamanya. Seperti dongeng-dongeng yang pernah ku baca ketika masih kecil.

Tapi, hidup ini bukanlah dongeng. Ini adalah hidup nyata. Terkadang, ekspektasi berbanding terbalik dengan realita. Kita hanya bisa meratapi dan berpikir, apakah ini nasib atau takdir?

Advertisement

Rasanya ingin seperti orang lain, yang hidup bahagia dengan keluarga yang utuh. Mereka adalah orang-orang beruntung yang pernah ada.

Tuhan, untuk apa kita lahir ke dunia ini? Untuk apa? Sedangkan Ayah dan Ibu berpisah. Lalu mereka punya pasangan baru.

Memang benar, itu pilihan hidup mereka. Mungkin itu yang terbaik untuk mereka. Apabila mereka bahagia, kita pun bahagia. Namun tetap saja hati ini sakit, Tuhan. Hati ini menjerit, sangat menjerit….

Sudah berpisah, tapi tetap saja tak bisa berdamai. Hati ini sakit lagi, Tuhan. Mengapa harus kita yang menjadi korban? Padahal kita tidak bersalah.

Kata orang, kita orang yang sangat ceria. Apakah mereka tahu sebenarnya hati ini tidak ceria? Hati ini mendung, kawan. Namun kita memang ingin memendam rasa ini. Biarlah hanya kita dan Tuhan yang tahu. Di belakang orang, kita ini adalah orang yang sangat sangat lemah. Kita terpuruk, Tuhan.

Kita tidak bisa terus terpuruk seperti ini, kita harus bangkit! Memang benar kejadian ini tak bisa diubah, namun pasti bisa kita perbaiki!

Sebenarnya kita adalah manusia yang istimewa, kawan. Kita adalah manusia yang sangat luar biasa. Tuhan ingin menghadirkan manusia kuat yang pernah ada. Tuhan ingin pembuktian dari kita bahwa kita bisa hidup sukses, walaupun lahir dari keluarga yang cacat. Biarlah mereka hidup seperti itu, kita jalani saja hidup kita.

Mimpi kita masih terus hidup, dan kita yakin mimpi kita bisa dicapai. Kita bisa sukses, kawan. Pasti bisa! Tidak usah khawatir! Yakinlah! Kita punya Tuhan, kawan. Orang sukses berasal dari orang yang berani berjuang. Semangat, kawan!