Jangan pulang sayang, jika kamu tidak pernah yakin saya sebagai rumah mu, tolong sayang jangan berikan lagi hari – hari untuk kita jika saya masih harus melewatinya sendiri, jangan meminta cinta kita yang dulu kembali jika luka yang kemarin blum sembuh total kamu obati tapi kini kamu beri lagi dengan luka yang sama

Saya sudah tidak mau lagi jadi pilihan hanya karna kamu bingung mengisi ruang kosong di hati mu,,

kamu menarik saya untuk kembali dan meyakinkan saya semuanya akan lebih baik dari cerita kita sebelumnya, setelah saya dengan rela membuka hati, memaafkan sakit yang kemarin – kemarin kamu beri, akhirnya luka yang sama yang kamu kasih kembali.. untuk apa?

Kamu susah payah datang dengan segala pengakuan dan penjelasan mengapa perpisahan yang dulu bisa terjadi jika sekarang kamu sendiri yang mengulangi dengan skenario yang sama?

Tidak perlu menawarkan cerita baru untuk kita jalani kalau dengan rasa sakit yang sama?

Advertisement

Dulu!! Setelah kamu pergi dengan susah payah saya mengumpulkan harapan yang masih tersisa harapan yang hampir habis dibawa bersama kenangan kita, sekarang!! Setelah saya tidak lagi berharap dan bergantung pada mu tiba – tiba kamu datang membolak balikan keyakinan saya yang hampir teguh…

Saya tidak mau lagi mengemis seperti dulu hanya untuk meminta waktu mu, saya mencoba tenang saat kamu masih sibuk dengan alasan yang sama, walau saya muak tapi saya tidak akan lagi kaget dengan kecewa yang sama yang pernah saya rasakan dulu, kamu sudah lebih tau tentang rasa sakit ini tapi seolah mata mu terlau buta dan hati mu terlalu tega untuk berpura pura membiarkannya

Sayang, apa kamu lupa? Kamu yang membiasakan saya merasakan seperti ini,,. Simpan maaf mu untuk kesalahan lain, tidak usah lagi berjanji karna kepercayaan saya habis sudah kamu ambil selama ini.. Sekarang kita selesaikan saja permainan yang ada, saya hanya pemain sedangkan kamu pembuat naskah, ibarat baca buku saya sudah lebih dulu tau endingnya..

Cukup sudah sayang, setalah hari ini jangan pernah datang lagi!

T.O.V