Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca Hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Aku takut jatuh cinta lagi, takut semua pria itu sama, iya sama hanya berjuang di awal sebelum dia berhasil mendapat orang yang dicintainya, namun setelah dia berhasil mendapatkannya semuanya hilang. Seperti sensasi mendapatkan itu lebih menantang daripada sensasi untuk mempertahankan suatu hubungan. Stop ! biacara soal cinta padaku.

Aku mencoba menutup mataku rapat rapat tentang apapun yang berbau cinta. Bukan karena hatiku sering patah, namun belum ada satupun yang bisa membuka mataku tentang apa arti cinta setelah kepergiannya. Iya dia pria yang pernah ku cintai sebelumnya.

Pria yang ku kira benar benar mencintaiku seperti apa yang dikatakannya. Namun semua hanya bualan. Iya, nyatanya dia hanya berjuang diawal. Dan mulai saat itu, aku meyakinkan diri bahwa semua lelaki itu sama seperti dia, hanya berjuang diawal.

Setelah kepergiannya, memang hanya tersisa kenangan di memori ingatan. Tanpa dia, tanpa roh, apalagi raganya. Sepi bukan ? Hatiku sempat patah bahkan hampir hancur ketika dia yang ku anggap matahari itu hilang. Dia yang aku kira mampu menemani ku 24 jam ternyata hanya mampu bertahan tak selama yang aku bayangkan. Ibarat matahari, dia sudah terbenam dan mungkin esok akan ku temui lagi. Namun matahariku yang ku kira akan datang membawa cinta dengan segala embel embelnya tak juga datang. Kini dia matahariku hanya ada di memori ingatan.

Advertisement

Bukan aku tak ingin membuka hati. Bukan aku yang trauma untuk jatuh cinta lagi. Dan bukan aku yang masih mencintainya dan mengharap ia untuk kembali. Aku hanya lelah, iya aku lelah di beri harapan tinggi, lalu ditinggal pergi, aku lelah terus berjalan dengan cinta yang salah, aku lelah dengan kepalsuan cinta yaitu pacaran. Menurutku, pacaran tidak lebih dari kata palsu.

Akan ku biasakan diriku ini untuk berteman dengan kesendirian. Hingga jodoh yang telah dijanjikan Tuhan datang untuk meminang. Ku biarkan hati ini kosong, sampai akan ada orang yang tepat untuk mengisinya.


Dan untukmu,  matahariku  yang telah pergi. Jika memang kita diijinkan Tuhan dan semesta untuk bersatu kembali, tolong berjanjlah padaku untuk tidak menyakiti dan meninggalkanku lagi.