Ketika memandang orang untuk pertama kalinya, ada ketertarikan yang dirasakan, saat itu kamu bisa memutuskan apakah kamu akan jatuh cinta dengannya atau tidak. Mata yang seakan tidak ingin lepas menatap setiap geraknya, semua panca indera terasa berfungsi hanya untuk menangkap semua sinyal darinya. Setelah itu, semua akan terasa berbeda setiap kali ada dia di dekamu. Fix, kamu jatuh cinta.

Namun nyatanya, jatuh cinta adalah fenomena manusiawi yang setiap orang pasti pernah merasakannya. Cobalah tanyakan pada setiap orang, mereka pasti mengerti karena pernah merasakan rasa yang sama. Bahagia, berbunga-bunga, melayang-layang, yaa perasaan-perasaan semacam itu yang biasa diutarakan oleh orang yang sedang jatuh cinta. Semua hal terasa istimewa saat dia dekat. Semuanya terasa indah ketika dia terutama membalas apa yang kamu rasakan.

Pengalaman jatuh cinta serta romantisme ini, akan berlanjut menjadi hubungan yang serius apabila kamu dan dia saling menghidupi. Bukan hanya cinta sesaat yang berawal dari perasaan meledak-ledak. Yang dibutuhkan adalah cinta yang berkelanjutan, menghebat, saling timbal balik, dan saling terbuka. Penulis Mandy Len Catron mengungkapkan bahwa “Falling in love is the easy part, but sustainability is hard”. Ketangguhan cinta tidak hanya berhenti ketika kamu dan dia sepakat untuk bersama, tapi kisah ke depannyalah yang justru menjadi inti dari sebuah hubungan. Jatuh cinta sangat berbeda dengan tetap berada dalam cinta.

Memutuskan untuk sepakat menghabiskan hari-hari bersama orang yang sangat berbeda dengan keseharian kita selama ini, adalah keputusan yang berani. Bukan hanya karena dorongan untuk ingin memiliki, namun lebih kepada tanggung jawab untuk saling melindungi. Apa yang selama ini dijalani sendiri, kini sudah ada yang menemani, tentu berbeda rasanya. Di saat itulah ketangguhan bahwa kamu dan dia sungguh bisa membangun cinta diuji.

Menjalani segala kejadian bersama, berbagi perasaan dan pikiran adalah suatu kewajiban bagi kamu dan dia. Tak ada lagi rasa ketakutan untuk ditinggalkan, karena dengannya kalian menjadi dewasa bersama. Ketika itulah kamu merasa bahwa kamu dan dia menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bisa menemukan diri. Dengannya, kamu mengerti arti dari hidupmu yang selama ini kamu cari. Perlahan-lahan, pondasi dari cinta telah kuat dan tak lagi mudah bergoyah.

Advertisement

Membangun cinta butuh modal yang tak banyak, namun juga tak sedikit. Setidaknya kamu dan dia memiliki rasa saling percaya yang berujung pada kenyamanan. Rasa percaya bahwa kamu bisa memahami dia, dan dia juga bisa memahamimu. Kenyamanan inilah yang membuatmu dan dia tidak lagi mencari sosok lain dan tetap bertahan bersamanya. Bertahan untuk sebuah sikap, menangkis semua gundah dan ragu.

Apa yang diinginkan dari cinta adalah jaminan. Jaminan akan rasa aman, nyaman, memiliki dan dimiliki, melindungi dan dilindungi, menyayangi dan disayangi, dan hal-hal lain yang mendukung terjaganya hubungan berkelanjutan. Bagaimana menyesuaikan diri dengan orang yang dicintai meskipun memiliki perbedaan. Cerita demi cerita yang dicatatkan oleh kalian menjadi penguat hari demi hari untuk selalu berprinsip saling menghidupi cinta.

Seperti halnya jatuh cinta, apa yang dilakukan olehnya akan menjadi pusat perhatian duniamu. Hal itu sebaiknya tetap berlanjut dan tak akan pernah memudar. Karena sehebat apapun jatuh cinta, jika tidak dipelihara kisahnya, akan hanya berakhir dengan cerita saja. Tidak perlu terlalu berlebihan dalam jatuh cinta namun menghebatlah dalam membangun cinta.