Memang benar aku belum bisa melupakan kenangan itu, aku belum mampu sepenuhnya menghapus tentangmu, tentang kita dalam pikiranku.

Aku tak mau memaksanya, karena semakin kupaksa hati ini semakin menjerit. Ya, aku tak kuasa atas cinta ini. Namun, kupercayakan waktu yang akan menghapus semua tentang mu

Layaknya batu yang berlubang karena terlalu sering di tetesi air, aku percaya namamu juga akan hilang seiring berjalannya waktu.

Biar waktu itu sendiri yang menghapusmu secara perlahan, menghapusmu tanpa rasa sakit.

Karena rasa cinta ini Allah yang memberi, dan Allah pula yang yang akan menghapusnya.

Semua kenangan tentang kita memanglah indah, waktu yang pernah kita lewati bersama, perjalanan-perjalanan panjang yang sering kita lakukan, kekonyolan yang selalu membuatku tertawa, atau say hello yang sering kuucapkan ketika bertemu denganmu di tempat kerja.

Tak mudah, sungguh ini tak mudah untuk diriku yang rapuh karena pengkhianatanmu. Bagaimana bisa dengan mudah aku melupakanmu, sedang kau dan aku selalu berada di tempat yang sama.

Advertisement

Aku memang tak mampu melupakanmu sepenuhnya, aku masih melakukan hal yang sama sebelum perpisahan ini, aku selalu mengingat namamu sebelum tidurku dan beberapa kali memimpikanmu dengan pengandaian yang indah. Tapi ketahuilah, aku memiliki kemauan keras untuk meninggalkan masa lalu yang tak pernah bersahabat denganku. Beri aku waktu untuk benar-benar menghapus semua tentangmu, tentang kita, semua yang berhubungan dengan kita. Dan ketika waktu itu datang biarlah semua tentang kita hilang di telan sang waktu. Entah itu cepat ataupun lambat.

Tak selayaknya aku tetap bertahan di masa lalu yang tak pernah memberikan kesempatan padaku untuk bahagia. Perpisahan memanglah sudah seharusnya terjadi. Bertahan pada hubungan yang semakin menyesakkan hatipun juga bukan pilihan yang terbaik untuk kita.

Sudah sepatutnya kenangan itu pergi, aku selalu mecoba merelakannya.

Sudahlah, biarkan aku dengan rasaku dan kamu dengan rasamu.

Biarlah berlalu, karena aku percaya waktu yang mampu menghapusmu.

Pergilah, biarkan aku dengan rinduku yang tak pernah sampai ini. Jangan sekalipun engkau kembali. Jangan pernah lagi memberi respon baik padaku, kumohon…