Tak terasa kemerdekaan negeri Indonesia tercinta ini telah menginjak umur ke-71. Bukan hanya rangkaian lomba agustusan, beragam peringatan pun dilaksanakan untuk mewarnai kemerdekaan tanah air ini. Dari partisipan hingga seniman. Generasi tua hingga generasi muda. Laki-laki dan perempuan. Semua seolah bersatu dalam semarak kemerdekaan mengingat pentingnya makna kemerdekaan itu sendiri. Siapa sih, yang tidak senang negaranya sendiri bebas dari penjajahan? Tak hanya bagi negara, kemerdekaan juga memiliki arti yang sangat penting bagi jiwa kita semua. Nah, kamu sendiri bagaimana? Sudahkah merasa merdeka? Di zaman serba instan dan canggih ini, tentu banyak godaan yang dapat ‘menjajah’ jiwa kita. Bukan hanya ‘menjajah’ jiwa, tapi juga pikiran. Asalkan bisa mengendalikan itu semua, jiwamu sudah dapat dikatakan merdeka, lho. Godaan apa sajakah itu?

1. Candu Perangkat Gawai

Perangkat gawai atau bahasa kerennya 'gadget' tak pelak membuat kita ketergantungan. Mulai dari fungsi kamera, chatting, games, rekam suara, surel, dan segenap fungsi-fungsi lainnya terdapat dalam sebuah gadget. Ayo ngaku, kamu juga termasuk pencinta gadget, kan? Tapi masa sih, nggak bisa berusaha lepas dari perangkat gawaimu untuk beberapa jam saja?

Mengingat risiko mata pegal, paparan radiasi, dan risiko-risiko lain yang ditimbulkan dari kecanduan perangkat gawai. Semakin kecanduan perangkat gawai, semakin banyak juga risikonya. Percaya, deh. Masih banyak kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan tanpa melibatkan gadget. Ini terlepas dari waktu kita tidur, ya. Contohnya membaca buku, makan, ngemil, jalan-jalan, dan masih banyak lagi.

2. Candu masalah percintaan

Advertisement

Sejenak, mari lupakan dulu pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu telinga kita layaknya hantu seperti 'kapan punya pacar?', 'kapan nikah?', dan lain sebagainya. Hidupmu, keputusan kamu. Biarlah orang-orang yang mempertanyakan itu semua. Anggap saja mereka hanya berbasa-basi. Digantung oleh si doi? Di-PHP sama mantan? Itu baiknya kita jadikan bahan introspeksi sekaligus sebagai pengembangan diri, bukan sebagai beban pikiran. Hidup itu bukan hanya tentang percintaan, kan?

3. Candu berpikiran negatif

Nah. Ini nih, yang sering dialami kita semua. Terkadang kita dihantui rasa takut, cemas, panik, galau, sedih, hopeless, depresi, dan lain-lain. Memang sih, hidup itu tidak selalu indah. Ada kalanya kita berada di titik terendah. Namun itu bukan berarti kita boleh membiarkan diri kita larut dalam emosi negatif seperti itu. Mari sayangi diri sendiri dan fokus ke hal-hal yang positif. Semangat dan optimisme harus tetap ada, dong. Kalau bukan kita yang memotivasi diri sendiri, siapa lagi?

4. Sifat Nasionalis Apatis

Merasa sebagai Warga Negara Indonesia? Wajib bangga dengan Indonesia, dong. Percuma kan, kita hidup di tanah Ibu Pertiwi, memijak tanahnya, meminum airnya, kalau tidak mencintai Indonesia. Berbagai hal bisa kita lakukan untuk mewujudkan kecintaan kita terhadap tanah air, lho. Nggak usah muluk-muluk. Hafal sila-sila Pancasila dan mempraktikkan keseluruhan silanya juga sudah bagus. Atau misalnya dengan menghasilkan karya atau mencetak prestasi yang dapat mengharumkan nama Indonesia. Percaya, deh. Nggak ada untungnya jadi nasionalis apatis.

Bagaimana, sudahkah kamu merasa merdeka dari hal-hal di atas? Kalau belum, nggak ada kata terlambat kok untuk mencoba. Kemerdekaan bukan hanya hak segala bangsa, tapi juga untuk jiwa kita semua. Kalau kamu sudah merasa merdeka, pertahankan! Itu artinya kamu bisa fokus pada prioritas hidup kamu dan masa depan kamu. Bukankah bila jiwa kita merdeka, kita pun siap untuk mencapai masa depan yang lebih cerah?