Pernah kalian berada dalam suatu hubungan di mana kita merasa tersakiti tapi kita terus bertahan dan berharap pasangan kita akan berubah. Ya, setiap orang pasti berharap kita bisa mendapatkan kebahagiaan dari hubungan yang kita jalani. Kita selalu berharap setiap hari dan berdoa setiap waktu kepada tuhan agar pengorbanan kita tidak sia-sia. Berbagai usaha kita lakukan untuk tetap menjalani hubungan yang tak seimbang, kita mengorbankan kebahagian hanya untuk sebuah hubungan yang semu. Tanpa peduli seberapa besar rasa sakit yang kita terima, berapa banyak air mata yang keluar kita masih berusaha untuk membahagikan dia.

Kalian adalah para pejuang, pejuang tak pernah memperdulikan kebahagian dirinya sendiri, pejuang akan selalu mengorbankan apa yang dia punya hanya untuk orang lain, orang yang sangat dia sayangi dan berarti bagi kehidupanya.

Pejuang tak pernah mengenal lelah, akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan, walau akhirnya dia kalah, tapi dia kalah dengan terhormat. Kita tidak perlu bersedih jika memang akhirnya kalah dengan segala pengorbanan yang telah kita berikan. Yang pasti kita telah memberikan segala yang terbaik untuknya.

Ketika kita tidak bisa menerima semuanya dan kita merasa tersakiti kalian tak perlu merasa bahwa kalian pecundang kalian tetap pejuang, karena kalian tetap seorang manusia. Kalian hanya perlu sedikit mengurangi rasa egois kalian. Ego yang tumbuh dalam setiap diri manusia, mulailah belajar mengikhlaskan semua yang sudah terjadi. Susah dan berat, memang karena itu ihklas dijadikan ilmu yang paling tinggi dalam tingkatan ke hidupan. Belajarlah melepaskan, karena ketika kita siap untuk dipertemukan mulailah siap untuk melepaskan karena tidak ada hubungan yang abadi. Dan hidup tidak akan selalu berakhir happy ending, untuk kita belajar.

Karena ihklas akan membuat kita akan selalu bebahagia dengan apa yang kita terima.