Perkenalan kita memang cukup lama sudah. Awal yang memang biasa-biasa saja, kini semakin berubah, merelakan segala kenangan yang indah, berusaha untuk lupa, ingin aku hapus memori itu, berbagai cara telah aku lalui dan tetap. Aku tak bisa membohonginya. Ada apa denganku ini..??

1. Kedatanganmu Membawa Kesan Tersendiri Untukku.

Rencana tuhan memang sungguh luar biasa, kita dipertemukan disini tanpa sengaja, awal itu saat bersamamu dalam diamku, aku ingin berbicara padamu.

Mulut kaku dan seakan jari-jari ini tak bisa menyentuhmu, panasnya terik matahari menjadi alasanku untuk segera meninggalkanmu waktu itu.

2. Tak Bisa Ungkapkan Apa-apa Padamu, Membuatku Benci Dan Tak Ingin Hal Ini Terjadi.

Kecewa, itulah yang aku rasakan saat tak bisa mengatakan apa-apa padamu, Aku hanya ingin bisa berbicara sepatah kata padamu, Tapi itu jarang sekali terjadi. Jika aku semakin lama bertemu denganmu, semakin rasanya aku untuk menghindar darimu.

3. Seakan Perasaan Ini Tumbuh Menjadi Besar, Layaknya Bunga Mawar Yang Mekar.

Perjalanan semakin banyak kita lalui, pertemuan sering kali kita lakukan. Engkau membawa kedamaian dalam hati ini. Dalam heningnya malam aku selalu memikirkanmu, aku tahu mungkin aku hanya temanmu saat kamu bosan, aku menyadari bahwa kau memang tak pantas untuk aku miliki,

Advertisement

lihat dirimu, kau semakin jauh mengayuh. Melewati segala tujuan hidup yang mungkin kau tempuh. Moment pasca perpisahanini justru aku semakin rindu padamu, tetesan air mata ini selau bercucur dipipiku. Perasaan ini semakin menjadi-jadi layaknya bunga mawar yang mekar yang hanya bisa melihat tanpa bisa memegang.

4. Berfikir Dan Berfikir Lagi Bahwa Kau Tak Pantas Untuk Aku Kagumi.

Bagai pungguk merindukan bulan,

Aku tahu aku memang orang biasa dan terlahir dengan orang tua yang sederhana. Aku menyadari akan posisimu, aku mengerti orang tuamu, penampilanmu juga berbeda. Dengan hal ini aku berusaha untuk menjauhimu dari pada sakit lagi yang aku rasakan. Memang manusia di mata tuhan dilihat dari ketaqwannya bukan materi yang dimiliknya, namun aku merasa malu jika seandainya kau tau hal ini, dan mungkin disandingkan dengan orang sepertimu.

5. Mungkin Kau Tak Akan Pernah Sadar Betapa Mudahnya Kau Untuk di Cintai Waktu Itu.

Mencoba untuk selalu menyembunyikan hal ini kepada siapapun, sungguh ini memang berat. Setiap hari harus membawa beban ini dan Lagi-lagi aku akan mencoba untuk menghilang darimu. Jika memang tuhan tidak mengizinkanku untuk bersanding denganmu, izinkan aku untuk mencintaimu dalam diam. Dan itu yang hanya bisa aku lakukan. Inilah fakta kehidupan, yang ingin aku mengungkapkannya namun tak bisa.

Hanya untaian doa yang bisa aku lakukan untuk kebahagaianmu disana.

6. Menjagamu Dalam Doa, Meskipun Aku Tahu Bagaimana Nantinya

Mungkin jika aku ini bercerita dengan temanku yang lain, aku dianggap bodoh, aku merasa memang perasaanku ini bodoh. Yang sampai saat ini masih memikirikanmu dan terlalu berharap padamu walau tak ada kepastian.

Yah..aku memang menyukaimu dalam diam. Diam-diam membisikkan namamu dalam doa, menyimpan namamu secara utuh dalam hati, mencintai dalam bulir-bulir air mata tanpa banyak bertanya.

7. Tenanglah, Sampai Kapanpun Itu, Ku Kan Selalu Berdoa Akan Kebahagianmu Yang Baru, Tanpa Ku Disisimu.

Kita tau, kita tak bisa seperti layaknya dulu, aku yakin kita kelak akan bahagia dengan jalan kita masing-masing, dengan tanah yang berbeda, dengan angin yang berbeda, tebing yang berbeda, kerikil yang berbeda, namun tetap dengan tujuan yang sama kebahagiaan dunia akhirat, walau tak bisa bersama selamanya.

Sesungguhnya cintaku padamu tak melebihi rasa cintaku pada tuhan dan orang tuaku. Biarkan aku bahagia dengan apa yang direncanakan oleh tuhan untuk kita ini, aku disini tak apa, biarkan ini jadi cinta yang suatu saat nanti akan kau rasakan. Tanpa perlu aku memberi alasan.