Kita memang sudah sangat mantap berpisah..

Kita memang sudah sepakat untuk berpisah. Menjalani masing-masing kehidupan selanjutnya, dan memantapkan untuk tidak saling memberi kabar seperti satu jam yang lalu ketika kau masih cemas dengan pola makanku yang berantakan. Kau pikir ini pilihanku? Tidak sama sekali, aku ingin memisahkan diri dari sosok senyaman sepertimu. Bahkan ketika aku memilikimu aku sangat egois menjadi milikmu.

Pencemburu nomer satu, kuakui itu. Aku yang akan berdiri paling depan ketika seorang gadis di luar sana melirikmu. Namun kini… aku sudah tak lagi berhak mencemburuimu.

Bantu aku melupakan

Barisan kenangan kita terdahulu masih tersimpan rapi di folder favorit kita berdua. Sekilas aku hanya tertunduk memandang foto-foto kita dua hari yang lalu. Senyummu yang selalu membuatku nyaman. Ah, aku tampak bodoh sekali memilih berpisah denganmu. Beberapa gadis di luar sana bahkan ingin di posisiku. Ya, di posisiku, menemani kamu mengukir karya dengan bandmu. Hey bukan itu kurasa. Sosokmu yang humoris, sejenak saja akan menjadikan sekitarmu sangat nyaman kepadamu.

Advertisement

Masa Laluku.