Halo lelaki yang masih ku cintai. Apa kabar janji-janji manis yang kau lontarkan saat kita masih bersama? Janji bahwa kau takkan khianati lagi hati ini. Mudah percaya? Tentu tidak. Pengalaman demi pengalaman membuatku tidak mempercayai orang semudah itu.

Namun tahukan kamu bahwa aku terus berusaha?

Sampai akhirnya aku menyadari sekeras apapun aku berusaha, semua takkan ada artinya dimatamu. Ya, aku takkan pernah bisa membuat kamu merasa cukup. Sudah puaskah menggores hatiku dengan pisau pengkhianatanmu? Masih kah mau kau pungkiri bahwa kau tak berdusta? Kamu menyangkal bahwa kamu masih memikirkannya. Betul kan? Jawaban itu yang sangat sering ku dengar namun tak aku inginkan. Aku tak butuh omongan-omongan kesetiaan, aku butuh pembuktian yang nyata. Bagaimana perasaan mu jika berada diposisi ku? apa kamu akan tetap bertahan dengan orang yang masih mempedulikan masa lalunya? sementara ia seperti menjanjikanmu masa depan.

Aku tak mengerti, aku sudah berusaha memperbaiki diri, namun kamu seperti ini. Aku merasa telah meletakan kepercayaanku pada orang yang salah.

Aku kira kamu sudah berubah, nyatanya tidak. Kamu masih orang yang sama sebelum kita berkomitmen untuk melanjutkan lagi hubungan ini. Aku lelah. Aku lelah terus mencoba percaya namun dikhianati lagi. Kepercayaan yang susah payah sudah ku bangun lagi, kau hempaskan sesuka hati. Aku lelah.

Advertisement

Aku ingin buktikan padamu, bahwa aku bisa bahagia, walau tanpa cerita kita lagi.