Tak pernah terpikirkan kita akan sedekat ini, sikapmu memang sangat bertolak belakang denganku. Aku yang periang lebih suka bercanda dan tertawa lepas. Sangat berbeda denganmu yang cenderung kaku dan membosankan, lebih suka merangkul imajinasinya sendri dan menyibukkan diri dengan setumpuk buku buku pengetahuan. Jika kita duduk berdua mungkin rasanya seperti dua alien dari planet yang berbeda.

Melalui pendekatan tak biasa, kamu mulai menarik perhatianku. Aku yang awalnya enggan mengenalmu pun tak lagi keberatan meluangkan sedikit waktu untuk lebih mengenalmu. Tak terbayangkan di balik sosokmu yang terlihat membosankan, kamu bisa berubah jadi lelaki paling menyenangkan.

Kamu mampu mengendalikan keadaan hanya dalam satu senyuman.

Sikapmu yang dewasa selalu bisa memenangkan hatiku. Caramu berbicara, memandang dan menemukan solusi selalu mecerminkan kedewasaanmu. Kamu memang tidak hanya cerdas, kamu juga unik dan imajinatif. Tak lagi seperti lelaki seusiamu, kamu selalu punya tujuan hidup yang jelas, itu yang membuatku bertekuk lutut dan bergumam dalam hati "Aku takkan melewatkan laki laki ini"

Tanpa banyak kata, pelan pelan kamu mampu membuatku jatuh hati lalu perlahan mengetuk pintu usang yang telah lama tak berpenghuni.

Advertisement

Pendekatan kita tak sebentar, aku butuh waktu lebih lama untuk memantapkan hati dan memulai lagi. Metode kesabaran dan sikap pantang menyerah yang kau gunakan ampuh membuatku takhluk. Kamu memang sosok pria yang tidak biasa, selalu berhasil membuatku kangum setiap kali bertatap mata. Membuka pintu ini setelah beberapa kali diobrak-abrik dan meninggalkan luka tentu tak pernah mudah bagiku. Aku memang wanita yang tak pernah tertarik menjajaki hubungan setelah pernah tau rasanya kecewa. Kini aku tak takut lagi, elagi bersamamu aku yakin semuanya tak kan seburuk itu.

Kedewasaanmu pelan pelan membuatku jatuh hati kemudian aku benar benar jatuh cinta