Dan kini kita kembali bertemu. Setelah ribuan penyangkalan keluar dari mulutku. Tentang betapa aku tak lagi menginginkanmu. Ternyata perkara cinta tak semudah itu. Aku, dengan cemas dan rindu kembali dipertemukan denganmu. Adakah kamu memiliki rindu sebesar aku? Entahlah, tapi yang aku tahu ternyata jutaan rinduku bermuara padamu.

Seakan telah menemui Tuannya. Rinduku menjinak dan tak lagi menyiksa dadaku. Kamu, masih saja semenarik dulu. Suaramu masih saja sanggup meruntuhkan hati sikeras kepala ini. Aku, bisa begitu tegak berdiri dihadapan dunia, tapi berlutut tak berdaya dihadapan senyummu. Aku menyerah, ternyata cintaku tak kunjung sirna.

Kamu, definisi dari rasa sakit yang ternyata tak ingin aku lepaskan. Tak tahukah kamu, aku masih punya cinta yang sama besarnya saat dulu kamu berlalu. Pergi tanpa pernah perduli aku yang masih bemain dengan kenangan yang dibangun olehmu. Sudahkah dia yang kamu katakan lebih dariku meninggalkanmu? Berlalulah darinya, ada aku disini yang tak akan pernah menyerah (lagi).

Kalau mungkin mereka bilang yang terbaik tak akan datang dua kali. Tapi untukmu, aku si yang terbaik ini, rela kembali berkali-kali. Kumohon, berhentilah padaku saja. Tidakkah kamu lelah berpindah-pindah? Bukankah cinta yang luar bisa tidak datang begitu saja? Dia lahir dari dua hati yang sama-sama tak ingin menyerah. Dibentuk dengan susah payah dan ditempa berbagai masalah. Sungguh, hanya aku yang akan sanggup bertahan sedalam itu untukmu.

Bila dengan usaha aku tak kunjung bisa. Maka ijinkan aku mengalahkanmu dengan doa. Agar runtuh langit keangkuhanmu. Biar patah semua gerbang pertahananmu. Sungguh, denganmu aku benar-benar tak ingin menyerah. Tak bisakah matamu hanya melihat padaku saja? Padaku yang tak kunjung ingin berlalu darimu? Disini, ada hati yang bersimbah rindu. Ada cinta yang menangis pilu.

Advertisement

Katakan saja kamu ingin yang seperti apa. Gadis manja yang merangkulmu penuh tawa bahagia, atau wanita dewasa untuk tempatmu berbagi keluh kesah? Asal itu untukmu aku rela melakukan apa saja. Beri aku waktu. Padaku kamu akan tahu rasanya mendampingi seorang ratu. Kamu akan mengerti seperti apa rasanya jadi raja dihatiku.

Kamu akan tahu, bahwa perjalanan denganku adalah hal termenarik yang tak pantas kamu lewati. Entah musim gugur ataupun semi, asal aku yang mendampingimu kupastikan semua akan jadi menyenangkan untuk kamu jalani. Berlalulah darinya. Aku akan melunasi perpisahanmu dengan pendampinganku yang setara dengan rasa bahagia. Percayalah, kamu definisi rasa sakit yang benar-benar tak ingin aku lepaskan.