Dear Sahabatku,

Masih ingatkah kamu dengan aku yang saat itu kamu mintai tolong untuk dicarikan sosok pria yang mampu menemani hari-harimu? Masih ingatkan kamu saat itu kamu sangat rajin menghubungiku dan mengajakku bertemu demi mengorek identitas pria yang akan aku kenali padamu?

Jika kamu lupa, aku akan bantu ingatkan. Mungkin kamu terlalu bahagia saat ini dan tentu aku pun sangat berbahagia. Tapi sadarkah kamu saat ini hubungan kita sangat jauh bahkan semakin menjauh semenjak kamu mengenalnya?

Tak ada lagi pesan singkatmu yang mengajakku sekedar ngopi santai sambil bercengkrama, tak ada lagi rencana main yang dulu sempat kamu bicarakan dan tak terealisasi sampai sekarang.

Aku hanya tau kamu bahagia melalu media sosial yang hampir tiap menit kamu mngunggah kebersamaanmu dan seakan kamu melupakan semua jerih payahku. Sampai pada akhirnya kamu menikah

Advertisement

tak sempatkah kamu sekedar menghantarkan undangan pernikahanmu kerumahku?

Aku sangat kecewa dengan sikapmu, sikapmu yang berubah seakan hanya menganggapku biro jodoh semata. Mungkin kamu berpikir bahwa semua ini memang sudah jalan yang digariskan Tuhan antara kamu dan jodohmu melalui aku, tapi bukankah dulu kita pernah dekat bahkan sangat dekat ?

Jika dulu sebelum kamu mengenalnya kamu menyempatkan waktu sekedar jalan dan ngopi bersamaku lalu mengapa setelah kamu bahagia saat ini seakan kamu melupakanku ? Aku bukan tidak ikhlas melakukan semua ini untukmu tapi aku kecewa atas semua perubahanmu.

Aku tak dianggap bahkan sampai detik ini tak pernah sekalipun kamu bertanya kabarku.

Di mana kamu yang membutuhkanku ? Apakah hanya di saat susah kamu akan datang padaku? Aku merindukannmu sahabatku.

"Doaku, semoga kebahagianmu tak membuat kamu menjadi lupa apa arti sahabat sesungguhnya."

Salam Rindu,

Sahabatmu