Bulan dimana sekarang kamu pernah mengikrar janji dengan aku dan keluarga aku kalau kamu akan melamar aku tetapi itu hanya bualan. Iya kamu menipu aku bahkan semua keluarga aku.

Tetapi hampir 9 bulan kamu pergi aku sudah memaafkan kamu aku tidak akan membencimu. Justru aku bersyukur Tuhan menjawab doaku karena kamu bukan yang terbaik. Aku sekarang lebih damai dan bahagia.

Setiap perpisahan pasti ada hikmanya.

Jujur aku rindu dengan kamu, bukan rindu untuk memilikimu lagi. Aku rindu dengan kebahagian kita dulu walau hanya berapa bulan. Kamu membuat aku senang ketawa bahagia dengan hitungan bulan kamu menyembuhkan luka yang sebelum aku rasakan. Kamu yang menyembuhkan luka itu tapi kamu juga yang membuat luka itu lagi.

Aku teringat yang kita lalui berdua walau hanya 5 bulan sesuatu yang berbeda yang kamu berikan ke aku. Kamu lelaki yang sopan yang baik, manja dan memang agak keras. Apa kamu ingat kebahagian yang kamu berikan yang kita bentuk apa sekarang kamu merasakan apa yang aku rasakan? Kerinduan yang pernah ada, kebahagian yang kita bentuk tapi semua sirna begitu saja atas kepergian kamu yang tanpa pamit itu.

Advertisement

Kamu membuat luka yang baru saja sembuh karena kamu, tetapi luka itu terbuka lagi karena kamu juga. Tak pernah terpikirkan akan jadi seperti ini. Lelaki yang aku banggakan kesemua orang tetapi kamu menghancurkan harapan dan mimpiku. Hampir putus asa apa yang salah dari aku sehingga kamu pergi tanpa pamit.

Bukan aku saja yang sedih. Orangtuaku, sahabat terdakatku, mereka sedih mungkin karena sekian lamanya aku sendiri bertahun-tahun dan mendapatkan pasangan. Bahkan mengajak serius untuk ke jenjang yang lebih serius. Setelah tahu akan seperti ini semua kecewa dan pastinya prihatin dengan aku.

Tapi tenang sekarang aku sudah mengerti tak perlu disesali dan disedihkan. Semua hanya titipan dan suatu saat pasti akan dikembalikan. Aku sangat berterima kasih dengan kamu. Kita dipertemukan walau bukan bahagia yang kamu berikan, tapi mendapatkan pelajaran hidup agar aku lebih teliti lebih hati-hati untuk memilih pasangan dan aku tak akan pernah menyesal bertemu kamu.

Sekarang aku sudah mulai terbiasa tanpa hadir kamu. Aku lebih baik dari kemarin. Tulisan ini hanya mengenang keriduan yang pernah kita bentuk bersama. Aku selalu berdoa agar kamu bahagia walau bukan dengan aku.

Dengan perpisahaan aku berterimakasih memberi pelajaran pengalaman yang takkan aku lupakan.