Remaja adalah saat menjadi pejalan demi menemukan rumah untuk tidur di malam yang panjang.

Rasanya, kawan pun tak ada ketika umur dua puluh tahun. Hanya kalian temukan kumpulan orang yang berdesak-desakan dalam kereta, bus, angkot, oh ayolah berapa persen kemungkinan dua diantara mereka adalah teman mu? Hingga saat ini, yang benar-benar kita cari hanya dia yang akan pergi tanpa sempat duduk sebentar di bahu.

Masa itu adalah saat kesepian selalu mem-provokasi mu untuk menjerit, berteriak kepada singa di rimba, menyalahkan keadaan, bahkan menodong takdir. Yang bicara itu emosi, bisa apa kalau emosi sudah menyetirmu.

Rasanya, pada masa itu saat kalian baru sadar sudah dua puluh tahun. Selama ini aku hidup tapi tak ada yang berubah. Pintu masih di depan dan kamar sejak kecil ditinggali serasa menyempit. Tapi, beranikah tinggal ke tempat yang lebih luas walaupun yang di berikan seonggok sepi.

Masa ini, saat kiat-kiatnya kalian mencampur ramuan demi bisa duduk di sebuah atap yang memberi kalian gaji. Ilmiah sekali tujuan hidup manusia, lalu jika tak kunjung dapat, siapa lagi yang di tuduh?

Advertisement

Pada akhirnya, kita pejalan yang kehabisan bekal. Pada senja menjelang malam, serigala mengaung, anjing-anjing seolah paham status, keributan itu yang semakin menjelaskan siapa kita selama dua puluh tahun ini. Anak ibu bapak, yang sedih ditinggal tapi sok melepas mengadu nasib di tempat selain rumah.

Yang semua anak janjikan pada orang tuanya hanya doa tulus tanpa paksaan. Tak ternilai harga, tak pernah ada di pasar atau mol. Doa itu hanya datang dari tempat durjana hati. Yang menyedihkan, selalu menjadi pengaduan untuk hari yang melelahkan setiap tahun.

Berjalanlah, pandangi sekeliling, Tuhan masih paham caranya memberi tanpa tandingan, hanya Dia yang pantas memberimu apapun. Sekalipun kelelahan di setiap nafas, itu adalah rejeki. Paru-paru mu masih waras merasakan capek untuk jalan ke seberang.

Pejalan juga dia yang sedang melakukan pemanasan untuk berlari suatu waktu nanti. Besok, siapa yang tahu. Yang jelas kado terindah adalah, kalian masih menemukan rumah untukdi masuki dan memiliki kamar yang menjagamu menjelang malam yang semakin panjang di seduh dengan sepi dan lolongan cerita hidup,