Kau tahu, jika ku menahan rasa sakit ini terlalu lama hinggap dalam tubuh ini, pikiran ini dan hati ini. Hingga ada rasa bisikan iblis tuk mengajakku untuk usaikan saja masalahku ini dengan mengakhiri hidup ini.

Oh Tuhan, aku hampir saja melupakan-Mu. Aku tak apa tidak percaya pada siapapun yang penting aku percaya pada-Mu yach pada-Mu saja. Biarkanlah aku menangis sebentar saja atas sakitnya atas luka-luka yang tak ingin aku miliki ini hingga saatnya aku reda.

Maafkanlah aku yang ingat-Mu dikala ku sedih saja namun ku lupakan-Mu disaat ku senang. Aku tahu jika maafku ini tidak berlaku jika ku ulang kembali sikap salahku dengan sadarku, dengan sengajaku hingga berada di titik akhir nafasku.

Kini ku hanya miliki saat ini, detik demi detik ini hingga saatnya entah esok Kau hadiahkan sebuah hari untukku lagi dimana selalu terselip sebuah do'a "semoga esok lebih baik dari hari ini".

Aku tahu hanya Kaulah temanku satu-satunya yang sayang padaku sekalipun aku sering lupa akan keberadaan-Mu. Maafkanlah aku yang sudah berprasangka buruk hingga terciptalah tanda rasa lelah ini karna kurangnya rasa syukurku dari setiap hadiah-hadiah yang Kau beri entah itu yang membuatku bahagia atau sedih.