Siapa yang tidak mengenal Jepang. Sebuah negara yang disebut sebagai matahari terbit tersebut tidak pernah lewat dari pemberitaan. Mulai dari teknologi yang dimiliki, anime, hingga budayanya menjadi sorotan dunia. Banyak hal yang menarik yang bisa dilihat dari setiap kehidupan masyarakatnya yang sebagian besar merupakan penganut shinto.

Dalam setiap apa yang mereka miliki bahkan apa yang mereka buat tidak pernah lepas dari filosofi-filosofi budaya yang sudah ribuan tahun mereka pegang. Budaya lokal Jepang bisa beradaptasi dengan budaya asing yang juga masuk. Hebatnya lagi, budaya asli mereka tidak ditinggalkan dengan kehidupan modern yang ada di negara mereka.

Salah satu contoh yang bisa dilihat adalah pakaian tradisional dari negara ini. Ya.. Kimono. Sudah tidak asing lagi bukan di telinga tentang pakaian ini.

Kita mengenal kimono sebagai pakaian para gadis dan sebagai pakaian berlapis dari negara Jepang. Pada kenyataannya, pakaian ini bukan hanya sebagai sekedar pakaian yang dikenakan oleh wanita jepang sebagai pelapis kulit saja, tapi dalam pembuatan pakaian ini sendiri ada filosofi khusus dan nilai budaya dalam ceritanya.

Bahkan di Jepang, untuk mendapatkan pakaian kimono ini orang harus rela memayar sebesar 1.000.000 Yen. Mengapa pakaian kimono ini sangat mahal ? Alasannya adalah pakaian ini dibuat dengan teknik menjahit manual dimana dalam pembuatannya perlu disesuaikan dengan bentuk badan pemilik.

Advertisement

Lalu kapan kimono itu dipakai oleh orang-orang jepang ?

Kimono akan di pakai oleh orang Jepang saat-saat ada acara khusus seperti pernikahan, upacara minum teh, upacara kematian, dan upacara tradisional lainnya. Kimono yang ada di Jepang sendiri memiliki beberapa motif yang banyak dicari oleh wanita contoh ,otif bunga, rumput, atau burung.

Jadi, Negara yang hebat dan kuat bisa dilihat dari seberapa kuatnya ia mempertahakan keaslian budaya asli di tengah maraknya budaya asing yang memasuki negara tersebut. Kita sebagai warga negara Indonesia, apakah masih enggan melestarikan dan mencintai budaya sendiri ?

Yuk, kita belajar dari negara maju Jepang. Supaya Budaya leluhur kita tetap lestari.. 🙂