Rindu ini begitu mengusik jantungku, membuat semua diam seakan ikut membisu. Semakin memendam, semakin terbelenggu. Dibiarkan begitu saja, namun selalu tumbuh. Aku bingung, harus ku apakan rindu ini yang ternyata masih tetap untukmu?

Aku merindukan sosokmu yang dahulu hadir begitu dalam. Masih teringat jelas senyuman yang sangat menyejukan jiwa. Pelukan yang membuat raga ini begitu nyaman. Untaian kata mesra yang sering kita lontarkan dan membuat kita semakin dekat.

Namun kini, semua hanya tinggal kenangan. Saat kau memtuskan untuk pergi, tak banyak yang bisa ku perbuat selain berusaha untuk merelakan. Katanya melihat orang yang kita sayang bahagia bersama dengan yang lain membuat kita bahagia pula. Namun ku akui itu hanya sebuah omong kosong untuk menghibur diri mereka sendiri.

"Saat ini mungkin kau telah bahagia bersamanya. Namun, tahu kah kau dirimu masih saja mempunyai tempat yang spesial di hati ini?"

Raga kita memang tak tau kapan bertemu, atau mungkin takkan pernah bertemu. Namun, kala kupejamkan mata, dirimu seakan hadir dan mendekat pada jiwa. Entah mengapa rindu itu menjadi kekuatan yang aku sendiri sulit untuk melawannya.

Advertisement

Rindu ini begitu menyayat kalbu. Tak pernah usang termakan ruang dan waktu. Walau kini ku tau dirimu tak lagi disisiku. Namun rindu ini tetaplah rindu yang masih saja tetap untukmu.