Kadang aku bertanya, kenapa orang tidak jera untuk jatuh cinta ketika sebelumnya perasaan itu pernah menyakitinya? Bahkan ada yang masih menunggu dan mencintai orang yang sama. Hati memang tidak bisa bicara. Namun, tidakkah kadang kalian merasa jika hati dapat berkata dia mungkin akan menjerit dan tidak ingin lagi merasakan sakit untuk yang kesekian kalinya?

Aku tidak menyalahkan orang yang selalu berputar-putar untuk terseret pada arus yang sama. Berkali-kali membuat hatinya tersayat untuk mencoba memilih orang yang mungkin menjadi cinta senjatinya. Tidak ada yang salah dengan sebuah rasa. Dia kadang datang dan pergi tanpa bisa kita kendalikan. Pernah kita ingin rasa itu datang tapi, nyata-nya dia tidak bisa memilih sesuai dengan logika, terkadang dia tidak datang pada orang yang mencintai kita. Kebalikan dari itu, kadang rasa muncul pada orang yang salah, sehingga akhirnya kita berusaha membuat perasaan itu terbenam di hati yang terdalam. Bahkan dia bisa dengan teganya menodai dan merusak persahabatan.

Kita tidak pernah bisa memilih jatuh cinta pada siapa. Tidak semua orang yang singgah di hati kita adalah orang yang bisa menetap, ada yang hadir hanya untuk sekedar memberikan jejak. Jika kita bisa melihat langkah kaki hati kita, mungkin jejak yang tersisa adalah memori yang terkadang masih terbersit dalam ingatan. Namun, bukankah jejak akan hilang? Entah itu tersapu ombak atau tersingkirkan oleh air hujan. Cinta memang seperti itu. Seiring dengan berjalannya waktu, ia akan terlihat makin samar. Jika ada cinta baru yang datang, cinta lama akan sirna. Layu seperti bunga yang tidak lagi tersiram.

Apapun yang saat ini terjadi, yakinlah bahwa Tuhan memiliki alasan untuk membuat kita melewati semuanya. Tidak ada yang salah dengan sebuah perasaan. Buatlah rasa cinta itu bertahan jika percaya dialah orang yang tepat. Singkirkanlah saat tahu hatimu hanya akan tersakiti bila dengannya. Jangan pernah berbohong pada hatimu sendiri. Karena dia telah lelah menghadapimu yang kadang menyimpan suaranya, padahal dia sangat ingin mendengarmu menyampaikan kalimatnya pada orang yang kau cintai.