Sudah ku bilang jangan lagi mencariku ketika langkahku tak lagi tertuju padamu, jauh sebelum ini aku katakan padamu agar kau nikmati waktumu bersamaku. Tapi apa yang kau lakukan padaku? Kau menyianyiakan ketulusanku, kau memilih menghentikan langkahmu bersamaku. Kau pergi sesukamu hingga kau lupa bahwa aku berada jauh di belakangmu. Kini langkahku tak mampu lagi menyaingi langkahmu, terlalu jauh aku tertinggal olehmu.

Kini disaat lelah kau menoleh kearahku, mencoba berbalik arah menuju aku. Tapi sayang, tujuanku bukan lagi kamu. Aku tidak lagi mencari kamu, aku tidak lagi berjalan disisimu. Aku sudah lelah mengikuti setiap langkahmu yang selalu saja berusaha lari agar ku kejar, sesekali kau berjalan perlahan seolah membiarkan aku menggapai, kemudian kau lari makin kencang.

Menyadari bahwa penyesalan datangnya belakangan, seharusnya dulu kita saling berpegangan. Sayang, memang benar aku sayang tapi cinta bukanlah permainan. Bukan persoalan siapa yang dulu-duluan menuju tujuan, bukankah “kita” itu berdua bukan hanya kamu saja? Seharusnya kau sadar bahwa untuk bisa bersama-sama menuju satu tujuan kita harus bersamaan, berjalan beriringan. Aku tak ingin lelah berlari sendirian.

Sadarilah, bahwa aku tidak lagi bersamamu. Sudah ku temukan dia yang mampu menggantikanmu, dia yang mau berjalan beriringan, dia yang mau menungguku yang sedang kelelahan, dia yang mau menggenggan tanganku dan menguatkanku agar yakin menuju satu tujuan. Kini, nikmatilah perjalananmu tanpa aku. Jangan lagi menoleh ke arahku, carilah penggantiku yang mau berlari mengejarmu. Jangan menyesali karna aku tak lagi berada dibelakangmu.

Satu pesanku untukmu, hargailah orang yang benar-benar menyayangimu. 🙂