Gadisku, mungkin sekarang sudah terlambat semua untuk diungkapkan, mungkin sudah terlambat semua untukku bercerita tentang masa lalu kita, atau mungkin sangat terlambat untukku memohon kau kembali menemani hari-hari ini. Tapi tidak pernah terlambat bagiku untuk berharap dan mendoakan semua tentang kebahagiaanmu. Walau bukan denganku, terima kasih telah menemaniku mendewasa.

Adalah sebuah ungkapan yang benar tentang kedewasaan seorang gadis yang jauh lebih dulu dari seorang lelaki. Hal ini membuat hubungan yang seumuran lebih banyak gagalnya, bukan berarti tak berhasil tapi lebih banyak gagalnya. Bicara tentang cinta bagi seorang lelaki yang mendewasa adalah bukan perkara mudah, dengan bangganya kadang lelaki banyak berceloteh tentang logika dalam hubungan sehingga merasa selalu menang dan berhak atas kehidupan gadisnya. Tapi ketika sang gadis lelah dan merasa sudah sampai disini saja, dititik itulah lelaki merasa logikanya hilang entah kemana.

Tipikal lelaki yang tidak bisa bersyukur atas pasangan yang sempurna atau lelaki yang memiliki mata haus akan sesuatu yang lebih dan lebih membuat hatinya tertutup oleh keindahan sesaat. Wanita sederhana yang ada disampingnya pun tampak layu dan kusam oleh gemerlap hingar bingar make up. Seiring waktu, seringkali mereka sadar akan kesederhanaan yang berubah menjadi kecantikan yang mendalam dan make up yang berubah menjadi kerutan.

Lelaki macam ini seringkali dianugrahi pasangan yang tepat oleh Tuhan, pasangan yang mengerti dan selalu sabar mendampingi, pasangan yang selalu membuat mereka nyaman hingga mereka lupa mereka nyaman. Lekaki seperti ini tidak pernah bisa belajar dari kesalahan yang telah diperbuatnya, hingga akhirnya Tuhan menamparkan dengan mengambil apa yang sebenarnya paling dia butuhkan, bukan inginkan: gadisnya.

Lelaki yang tak pernah bersyukur atas gadis terbaiknya akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bangkit dari keterpurukan, untuk kembali membangun istana untuk yang lain, atau mungkin tak akan pernah bisa kembali. Seringkali kehilangan membuat lelaki macam ini belajar sangat mendalam tentang arti sebuah hubungan, dan seringkali segala sesuatu disadari saat semua telah terlambat, seperti aku dan gadisku.

Advertisement

Pada akhirnya lelaki macam ini menjadi lelaki lemah yang kalah oleh keadaan, kalah oleh cinta, dan hanya bisa melihat gadisnya, gadis yang pernah benar-benar tulus mencintainya, gadis yang selalu dianggap sebelah mata, gadis yang selalu sabar dan setia menemani hari-harinya, memilih bahagia bersama orang lain.

Kepada lelaki beruntung yang menemani hari-hari gadisku, tolong jangan pernah kau buat air matanya menetes lagi, sudah cukup banyak ku sia-siakan selama ini. Jangan ulangi kesalahanku, dan tolong buat dia bahagia, padamu kutitipkan gadis terbaikku, padamu kupercayakan gadis yang kucintai dengan terlambat.