Malam Minggu lain yang tidak kalah mengenaskan bagi sesosok pemuda yang baru saja melewati quarter life crisis. Malam itu aku memandangi kiriman gambar via aplikasi WhatsApp setelah siang harinya berjumpa dengan teman-teman seangkatan di wisuda kampus. Aku tidak bisa berhenti mengucap syukur karena teman-teman seangkatan satu per satu meraih gelar sarjana. Hadir bersama teman-teman seangkatan yang masih menyelesaikan skripsi, kami saling meledek tapi secara mendalam kami mendoakan dengan tulus,

"Foto dempet-dempet dong sama yang sarjana, biar ketularan!

Sudah enam tahun silam rupanya kami berkawan. Mengarungi badai perkuliahan mulai dari training jadi mahasiswa, kenal-kenalan, berantem seangkatan, rekonsiliasi, sampai akhirnya kompak satu suara menjadi sesosok senior, satu kelas sama junior sementara status udah senior, berfoto di kelas terakhir sebagai mahasiswa, menjadi cheerleaders saat teman mulai seminar skripsi sampai sidang skripsi. Sampai sosok kita dikenal oleh seantero kampus sebagai sosok angkatan yang solid karena dari awal sampai akhir saling mendukung.

Kawan, apa yang mengganjalmu menjadi seorang sarjana? Apakah karena era MEA sudah menyapa? Apakah karena kamu harus mencari satu kalimat penting di jurnal yang harganya sekian ratus ribu? Atau kamu harus berkirim surel ke peneliti yang memiliki fenomena serupa dengan fenomena skripsimu? Sudahlah, ibarat iklan sepatu :

Lakonin aja!

Advertisement

Revisi yang lebih rumit daripada menembus protokol intelijen? Sudahlah. Lakukan saja, kami sudah tidak sabar menantimu mengabari :

Gua sidang nih, doain ya..

Sebuah kalimat pamungkas bagi mahasiswa yang skripsi. Sebuah kalimat yang membuat siapapun mendadak diberi hidayah dan mengucapkan jutaan doa.

Kawan, hari ini hari pendidikan nasional. Kalau kita tidak dapat bagian sebagai generasi unggulan oleh kurikulum nasional. Bukan berarti kita mengelak bertanggung jawab untuk mengembangkan generasi di bawah kita. Terlebih tugas kita adalah 'menyelamatkan masa depan orang lain'.

Jangan salah kawan, kita masih kekurangan tenaga. Sementara jaman terus berjalan, sudahkah kau membaca berita soal gadis tewas diperkosa 14 orang dan hari ini sebagai mash up yaitu berita mahasiswa yang menghabisi dosennya sendiri? Seperti lagu Snow Patrol, hari ini adalah Signal Fire bagi pendidikan Indonesia. Memang kita tidak akan menjadi stakeholder, tapi ingatlah kaul kita pada awal kuliah :

We swear to accomplished all the things. For saving others' life, unconsciously. Our act may be hard to unveil or reveal. It's fine.. As soon we know they have a better life on their next seconds.

Mari selesaikan jenjang S1 dengan baik kawan, karena kita masuk dengan baik.

Selamat Hari Pendidikan Nasional kawan 🙂