Untuk wanita yang diam – diam aku irikan, bolehkah aku sedikit menulis kisah tentang kita? Ya, tentang aku, kamu, dan lelaki kita. Kamu sama sekali memang jelas – jelas tidak mengenalku, lain hal denganku yang mungkin sedikit banyak sudah tau tentangmu.

Pertama, aku ingin meminta maaf karena kehadiranku di antara kalian, karena kisahku dengan kekasihmu, karena semua yang akan aku tuliskan disini.

Maaf…..

Seharusnya aku jangan membiarkan celah itu terbuka, meloloskan dia masuk ke dalam hati yang kupunya. Tapi hati bukan rumus matematika, tidak selalu tepat sesuai rumus. Aku bersumpah, aku tidak pernah ingin dia meninggalkanmu. Aku hanya terjebak di permainan ini yang aku tidak tau cara mengalahkan diriku sendiri dari kata nyaman.

Biar bagaimanapun kamulah tokoh utamanya, yang memang sudah di tuliskan menang di akhir cerita…!
kamu dipilih langsung untuk bersamanya, sedangkan aku dipaksa untuk mengakhiri semua yang dia mulai. Bukankah cinta selalu membuat takut kehilangan? Dan kita hanya bisa rela menerimanya, belajar keluar dari perasaan asing kata kenangan.

Advertisement

BOHONG jika ini tidak sakit untukku, bagaimanapun aku juga ingin bersama lelakimu, bagaimanapun aku sudah terlanjur mengaguminya, aku tidak bisa memalsukan kenyataan.

Kamu dan dia adalah angka genap, tidak mungkin menjadi bilangan ganjil selama tidak ada aku sebagai tambahnya.

Sekarang kukembalikan dia yang memang bukan kepunyaanku. Yang sudah terlanjur jadi cerita biarlah, aku sudah memilih menutupnya. Kamu tidak perlu mencari sejarah kita, membaca buku yang telah di coret dan dihapus.

T.O.V