Pagi itu, tepat pada hari kelahiranmu, ku kirimkan pesan pribadi yang berisi ucapan selamat atas bertambahnya umurmu lengkap dengan gambar foto dirimu. Sahabat ku, lama sekali kita tak berjumpa ah, aku rindu sekali saat-saat kita bersama dulu, masa-masa sekolah yang tak terlupakan bagiku,masa dimana kita saling berbagi suka dan duka,saat-saat yang sangat aku rindukan adalah ketika ketika bersepeda bersama membahas soal-soal ujian atau ulangan harian di sepanjang jalan pulang, aku rindu ketika kita berdiskusi dan saling adu argumen,aku rindu menatap matamu,aku rindu sopan santun mu.

Bertemu dengan seorang sahabat yang luar biasa mengerti apa inginku dan apa pun yang aku rasakan,kau adalah seseorang yang sulit untuk ku lupakan, melupakan mu sama artinya dengan menghapus segala kenangan kita,kau dapat merasakan apa yang sedang ku rasakan, kau tahu apa yang aku inginkan meskipun tak pernah ku ungkapkan. Kau masih belum berubah,sama seperti seseorang yang ku kenal dulu, aku sempat terkejut, dan bingung harus ber ekspresi seperti apa,al-hasil aku tertawa terpingkal-pingkal bercampur haru, ketika mendapat balasan pesan darimu :

Aku : Met milad pak Dosen, All the best wishes for you 🙂

Kau : Amin. Terima Kasih telah setia menjadi sahabat terbaik dalam bagian hidup Saya. Terima kasih telah menjadi orang pertama yang mengajarkan saya untuk memahami orang lain dan berbicara mengenai hal kritis. Masa kita yang digunakan ketika bersepeda adalah awal saya mendapat pencerahan mengenai pikiran saya dan pemahaman terhadap orang lain. Apalagi disaat kita berbicara bersama.,maaf atas janji yang belum bisa ditepati. Janji untuk bertemu dijogja. Maaf.. Terima kasih.. Doamu juga doa untukmu. Amin sukses selalu dan sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.

Masya Allah, ujar ku dalam hati, kau masih saja merasa bersalah karena tak dapat menemui ku ketika di Jogja, ya memang waktu itu ku balas "it's ok " , ketika kau bilang tak bisa menemui ku karena sedang mempersiapkan student exchange mu ke Malaysia, tapi kau paham betul watak ku seperti apa, bahwa jika ku ucapkan "it's okay" itu artinya " not okay " , you know me so well 🙂 maaf telah membuat mu merasa bersalah, selang beberapa jam baru sempat ku balas pesan mu :

Advertisement

Aku : Aamiin,,terima kasih do'a nya sobat ku, ternyata memang benar,bahwa pertemuan kita dengan orang- orang yang ada di kehidupan kita bukan lah kebetulan belaka, melainkan Allah ingin kita mengambil pelajaran dari mereka, senang rasanya bisa bermanfaat bagi orang lain, terima kasih juga buat mu, masalah janji itu, iy tak apa, next time kalau Allah menghendaki kita pasti berjumpa lagi. Semoga kau juga selalu dalam lindungan-Nya. Kau pun membalas pesan ku dengan singkat ; amin.

Aku sempat heran, kenapa engkau menggunakan bahasa yang sangat formal, aah.. mungkin memang sekarang kau telah tumbuh menjadi laki-laki yang jauh lebih sopan,daripada yang dulu, seperti apapun kau sekarang,

kau tetap sahabat terbaikku yang selalu mengerti aku, terima kasih telah menjadi bagian dari cerita hidup ku