Dulu aku hanya melihat dia dia dan hanya dia seorang, cinta pertamaku. aku tidak pernah menyadari kalau ada sosok lain di satu ruangan yang sama dan bisa dikatakan tampan. kita bahkan tidak pernah saling berbicara panjang hanya sesekali saling menyapa saja.

mungkin kala itu waktu memberikan kesempatan lainnya padaku untuk bisa dekat dengan kamu tetapi lagi-lagi kita hanya dalam kata teman sekelas saja. bahkan sekali lagi kita tidak pernah berbicara banyak hanya bertegur sapa saja, mungkin hanya akan diingat sebagai teman bertegur sapa saja ya ?

actually that moment i already crush on you probably like you a lot but then i knew that i'm not your type

teman baikku menceritakan tentang kamu karena dia tahu kalau aku menyukai kamu, lalu aku memilih untuk melupakan apa yang kurasakan padamu karena aku bukan gadis yang digambarkan oleh teman baikku itu.

then i found someone else there and i remember you've said "why not me ? you've better with me"

Advertisement

that's shocking me! apakah kamu bicara serius ? tetapi aku melihat dia berbicara sambil tertawa dan aku hanya merespon dengan satu senyuman saja. aku tidak bisa berkomentar banyak because that someone else our classmate too. damn!

that moment i'm really hoped you're mean it but then i realized you're just joking

lalu kita lulus dan sekalipun kita bertemu. tiba-tiba saja kamu menghubungiku. aku tidak berpikir jauh dan tidak mengharapkan sesuatu karena aku tahu mungkin kamu hanya ingin menghubungi teman lama saja atau mungkin mencari cerita mengenai kedekatanku dengan sahabatmu. but seems yo're shocking!

dan benar saja tidak terjadi apapun diantara kita meskipun kita sering bertegur sapa di media sosial tetap saja kita telah memiliki seseorang yang lain. tidak sedikitpun terbesit dalam diriku untuk disukai atau bisa menjadi bagian dari hidupmu karena sekali lagi aku tahu, bahwa aku bukanlah gadis impianmu.

tetapi seandainya waktu memberiku satu kesempatan lagi, aku hanya ingin melihatmu sekali saja lalu aku akan melanjutkan hidupku lagi, lelaki tampan, teman sekelas yang tidak akan pernah menjadi milikku.