Menapak Senja di Samalona

Menikmati "Anging Mammiri ri Samalona" yang merupakan asal kata dari bahasa Makassar, jika diartikan bebas adalah hembusan angin sejuk semilir di Samalona yang merupakan salah satu pulau terdekat yang berada dalam wilayah administratif Kota Makassar. Ini berulang terasa dan selalu ada kerinduan yang seakan membuat langkah kaki tak pernah bosan untuk berkunjung ke pulau ini. Di Samalona kita dapat menyaksikan dengan romantis saat matahari beranjak terbenam ke peraduan, membangkitkan kenangan memori masa silam.
Jika ingin menikmati suasana Samalona bersama teman atau keluarga, bisa di lakukan pada pagi hari hingga sore dengan menyewa perahu di dermaga dekat pusat kuliner Kampung Popsa atau depan Benteng Rotterdam. Sewanya sekitar Rp. 400.000 – 500.000, perahu bermesin tunggal ini bisa memuat 8-10 orang tergantung kondisi arus ombak saat air pasang atau surut.
Banyak kegiatan dapat dilakukan di pulau ini, anda bisa membawa peralatan untuk games seru yang menantang adrenalin atau sekedar merekatkan kembali persahabatan bersama kerabat atau relasi. Semuanya memungkinkan untuk melakukan banyak hal yang bermanfaat, tentunya dengan dibarengi kesadaran menjaga ketertiban, kebersihan dan keindahan lingkungan sekitarnya.
Masyarakat di Samalona sangat ramah, dengan populasi yang tidak banyak dan boleh dikata semua warga yang bermukim disini adalah berasal dari satu rumpun keluarga yang sama. Pendapatan warga selain menyiapkan penginapan, mempersewakan alat menyelam dasar atau permukaan, juga menjual aneka makanan olahan laut yang menjadi ciri khas kuliner pulau ini adalah olahan ikan lautnya dengan sambal atau bahasa lokal "cobe'-cobe'" yang mengundang selera. Semuanya lengkap tersaji bersama nasi dan sayur bening, mengenai harga bisa dibahasakan dengan pemilik penginapan tempat anda menyewanya.

Samalona, aku datang kembali membawa langkahku bermain bersama riak arusmu tuk sekedar membangkitkan memori silam tentang persahabatan sejati.

Makassar, 5 April 2016