Saat memilihmu aku pernah mengkhawatirkan hal-hal tak menyenangkan bersamamu. Namun sejalannya waktu dimana beberapa kali kau membuat senyum merekah dibibirku, aku pun meyakinkan diri bahwa kau adalah terbaik. Namun, nyatanya itu adalah perasaan sesaat, perasaan yang seharusnya tak tumbuh semakin kuat dihati.

Mungkin kata cinta dan sayangmu hanya diawal tanpa arti dan makna

Seharusnya aku mendengar lebih jelas kata hatiku diawal waktu itu. Rasa khawatir yang mengingatkanku sejak awal. Kita bukanlah pasangan terbaik itu. Kita bukanlah hal terbaik dalam hidup. Namun aku tau, waktu telah berlalu, dan kini ia berhenti pada akhir yang tak menyenangkan. Akhir yang tak pernah kita harapkan, aku dan kamu 'tuk rasakannya.

Maafkan aku yang memutuskan untuk melepaskanmu. Maaf kan aku yang melakukan ini walau aku tau kau tak menyukainya. Namun, apa yang bisa aku lakukan jika hubungan ini sudah tak manis seperti dulu, terasa pahit dan begitu hambar. Tak ada pemanis yang bisa memaniskan, dan juga tak ada perasa yang bisa menghilangkan rasa hambar.

Melepaskan adalah hal tersulit

Namun harus ku lakukan

Demi lara yang tak kunjung pudar

Advertisement

Kekecewaan dan perlakuanmu yang begitu kasar menoreh luka amat dalam. Perlahan sikapmu berubah, mengubah pula jalan cerita cinta kita. Kini, jalan cerita itu sudah menemu ujungnya, tak ada lagi jalan. Hanya kebuntuan yang nampak didepan.

Kini mungkin kita harus membuat jalan cerita yang baru, merangkai cerita masing-masing. Kebersamaan hanyalah masa lalu yang tak mungkin muncul kembali. Karena dengan bersama hanya menimbul luka.

Maaf jika melepasmu membuat hatimu sakit, karena hatikupun demikian. Namun ini jalan terbaik yang dirangkai Tuhan untuk kita. Mungkin dikehidupan yang selanjutnya, adahal baik yang menanti dimasing-masing hidup kita. Dan inilah pembelajarannya, aku dan kamu, masa lalu yang menjadikan masa depan yang lebih baik, bukan untuk belajar bersama, namun untuk belajar merelakan. Semoga bahagia. :))