"Hidup memang tidak bisa diprediksi".

Saat itu kau mampu membuatku tertegun melihatmu. Kau membuatku mengerti arti sesungguhnya mencintai tanpa alasan, Setulus itu.

Aku bahagia ketika mulai mengenalmu. Jauh dilubuk hati aku jatuh hati terhadapmu.

Sungguh itu pun membuatku tak percaya,bagaimana bisa aku jatuh hati kepadamu?, Hari-hariku mendadak berubah memikirkan sosokmu.

Seketika hidupku tak melulu kerja keras,dan mewujudkan mimpi. Kau menghadirkan perasaan itu kembali,perasaan yang telah lama tenggelam saat aku mulai lupa bagaimana rasanya mencintai.

Advertisement

Setiap doaku bahkan selalu namamu yang tak lupa aku minta pada-Nya agar sosokmu menjagaku kelak. Ya..sedalam itu aku meminta pada-Nya.

Kini…

Aku tak percaya. Kau memilih temanku untuk bersamamu, Sebenarnya apa aku ini tidak peka dengan kalian?

Atau kalian yang membuatku tak mengerti bahwa kalian sekarang bersama?

"Benarkah?"

Kalian diam-diam menghancurkanku,menghancurkan hatiku.

Setega itu kah kalian?

Pertanyaan itu lebih baik aku simpan rapat-rapat saja.Karena bahkan kalian tidak akan peduli bukan? dengan perasaanku? Aku bahkan ingin melarikan diri saja saat ini.

Lelah sepasang mataku sembab lagi seharian, Nyatanya Tuhan berkata lain,

"Ketika Tuhan mematahkan hati kita,bukankah Tuhan telah menunjukkan bahwa orang itu bukanlah untuk kita?"

Perlahan-lahan kata-kata itu membuatku tegar.Kau yang sudah terlanjur aku sebut dalam doaku ternyata adalah orang yang tidak dipilihkan Tuhan untukku.

Terima kasih bingkisan luka yang telah kalian berikan, Saat ini mendoakan kebahagiaanmu adalah pilihanku.

Berbahagialah, Hiduplah dengan baik. Benar itu adalah harapanku untukmu.