Tuhan memang punya rencana namun ketahuilah tuhan juga ingin kita berjuang, lalu pertanyaannya sekarang bagiamana aku harus berjuang dengan hati yang terbagi olehmu? Haruskah aku ikhlas melihatmu berbagi hati dengan masa lalumu (lagi)? sungguh rasanya ini tak adil bagiku, mungkin adil bagimu tapi tidak bagiku.

Kamu mungkin bisa saja bersikap yang adil dengan saya dan dia, namun kau tahu, AKU dan DIA tidak ada satupun diantara kami yang ikhlas melihat KAMU berbagi hati.. haruskah kukatakan bahwa dia (masa lalumu) harusnya lebih tahu diri dan mengikhlaskan kamu bahagia dengan aku saat ini, tidak datang kembali lalu mengusik kebahgiaan kita., harusnya dia sadar kalau memang km terbaik untuk dia mengapa dia menyakitimu segitu hebatnya kala itu, dan kamu mengapa begitu bodohnya membiarkannya kembali lalu memberinya harapan, tidakkah kamu pikir bagaimana rasanya jadi aku?.

Tidak perlu lagi rasanya kujelaskan, karna segalanya jelas kau tahu aku tak mungkin ikhlas KAMU berbagi hati.

Seharusnya kamu juga tahu, siapa yang perlu kau perjuangkan dan siapa yang tidak, kamu pernah dikecewakan olehnya kemudian sakit begitu parahnya, lalu kau memintaku seakan aku mampu mengobati lukamu pd saat itu, entah bagaimana perasaan itu tumbuh untukmu namun ketahuilah bahwa setiap kali kau mengadu sakit padaku dari dia (masa lalu) yang memberimu luka kala itu, aku juga teriris sakit, seakan aku mampu merasakan bagaimana sakitmu, setiap kalimat yg kulihat dari tulisan yang kau tulis diakun sosialmu aku merasa aku ingin berada disampingmu kala itu.. untuk menguatkanmu, untuk menjagamu dari dia yang menyakitimu, namun apa daya lautan menjadi penghalang besar kita saat itu.

Kini kau kembali menemuiku dan meminta untuk mengenggammu ke masa depan menjadi penyemangatmu menata masa depan, aku belum lupa sedikitpun kalimat yang kau tuliskan untukku dengan tujuanmu memulai kebahgiaan bersamaku. Namun, apakah adil ? jika disaat kebahgiaan tengah kita rasakan tiba2 kau kedatangan dia (lagi) dan meminta sebekas harapan padamu, lalu bagaimanakah dengan aku ? apakah kau tidak berpikir bahwa aku tidak ikhlas adanya dia (lagi) saat ini.

Advertisement

maaf sebesar apapun aku mencintaimu namun jika niatmu ingin berbagi hati dengannya, aku memilih pergi saja.

Kamu sudah jelas tahu, aku pernah mengikhlaskan kebahagiaanku sendiri demi kebahagiaan yang bernama masa lalu.

Dia yang dulu pernah bersamaku, memilki masa lalu sama sepertimu saat ini, dan aku memilih memintanya untuk dia kembali ke masa lalunya dan membuat kebahgiaan bersama (dia). sejujurnya, memang sangat berat untuk mengikhlaskan kebahgiaanku untuk dia (masa lalumu) namun ketahuilah aku lebih memilih ikhlas kau bersama dia daripada kau harus bersamaku namun tetap slalu ada dia diantara kita, dan juga sulit rasanya menggenggam tanganmu terus kedepan sedang kau sudah enggang untuk berpegangan karna rasamu yang sepertinya belum padam untuk DIA. dan rasanya itu sungguh tidak nyaman. Sekarang pikirkanlah bagaimana kamu harus bersikap sebagai orang yang memiliki keadilan dan tanggung jawab pada masa depan, tidak hanya untukmu namun juga untuk masa depanku.

Ketahuilah satu hal tidak ada satupun wanita di dunia ini yang rela melihat kekasihnya berbagi hati, kebahgiaan di dunia ini yang terjadi dengan cara berbagi hati kepada yang lain, memang mungkin akan terasa namun percalah kebahagiaan yang seperti itu hanya ada untk sesaat tak untuk selamanya, sedangkan kita butuh kebahagiaan yang bisa kita rasakan sampai kita menua bersama dan kembali bersama ke sisiNYa, tidakkah kau berpikir hal seperti itu bersamaku? namun, aku tak memaksa kamu hanya perlu tegas dan tidak menjadi orang yang plin-plan.

you must be know I don't need a perfect one, I just need someone who make me feel that I'm the ONLY ONE.