Perjalanan mencari cinta memang tak selalu mulus. Hasilnya juga tak selalu bagus. Seringkali, cinta yang dicari tak juga datang-datang. Entah di mana harus mencari, satu hal yang pasti: mencari cinta yang ditempuh dengan hati yang tulus, selalu menghasilkan tindakan yang tak kenal putus asa.

Untuk “kamu yang di luar sana,” entah siapa namamu dan entah di mana, jangan dirimu risau dengan “cinta” yang tak kunjung datang.

Cinta akan datang di saat ia menemukan batin yang siap ditinggali.

Jika cinta merasa tak nyaman dengan rumah batin yang ia jumpai, cinta akan memilih pergi mencari rumah batin yang lain. Jika ia merasa nyaman, cinta akan memutuskan 'tuk tetap tinggal. Dan jika begitu adanya, maka merawat “cinta” yang telah datang adalah cara terbaik, untuk menjadikan “cinta” betah mendiami rumah batin yang dijumpainya.

Namun, bila kamu sudah menjaga cinta sebaik-baiknya, dan ia tetap memutuskan 'tuk pergi; ingatlah bahwa itu bukan pertanda akhir dari segalanya. Jangan berlarut-larut dalam menangisi cinta yang pergi itu. Kamu masih bisa mencarinya kembali. Bukankah cinta akan selalu menghampiri mereka yang mencarinya?

Advertisement

Masalahnya, apa kamu cukup kuat untuk bangkit dari keterpurukan karena cinta meninggalkanmu?

Di saat “kamu yang di luar sana” merasa bahwa cinta telah meninggalkanmu, maka sadarlah, itu bukan pertanda bahwa kamu tak mampu menjaga cinta yang telah datang. Mungkin, cinta tak ingin menyakiti penjaganya yang selalu memberi perlindungan. Cinta pergi untuk menyelamatkan penjaganya dari sakit hati yang berkepanjangan. Maka percayalah, akan selalu ada pelajaran berharga dari setiap cinta yang meninggalkanmu.

***

Di saat cinta meninggalkanmu, rasionallah!

Kamu tidak mungkin mencintai sesuatu yang tak seimbang dengan dirimu. Kamu lebih pantas bertemu dengan cinta yang mengenali dirimu sebenarnya. Carilah terus cinta yang lebih pantas itu. Dan jika ia tak kunjung datang, tak perlu mengubah standarmu. Yang harus kamu lakukan adalah “mengenali dirimu sendiri”.

Kenali niatmu dan kenali inginmu. Jika kamu mengenali dirimu sendiri, maka kamu akan sadar: cinta yang kamu perjuangkan adalah cinta yang seimbang dengan dirimu sebenarnya. Kamu pun akan sadar, bahwa cinta yang pernah meninggalkanmu bukan bagian dari dirimu yang sebenarnya.

Sebab, cinta akan selalu bahagia saat bertemu batin yang sepadan dengannya.

Ingatlah! Di saat cinta yang kamu anggap pantas mengisyaratkan kedatangannya, kamu masih bisa membandingkan dengan dirimu. Jika tak sesuai, maka sangat mungkin cinta itu akan pergi lagi. Namun, jika memang itu yang paling pantas, maka jaga dan rawatlah. Tanyakan pada dirimu, apakah cinta yang kamu jumpai itu sesuai dengan dirimu? Jika batinmu menjawab “ya,” serahkan sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa, dan lihatlah, sejauh mana dirimu benar-benar mampu menjaga cinta yang telah datang itu.