Aku menyukai keheningan. Keheningan bagiku adalah suatu kemerdekaan dan kebebasan. Bebas dari hiruk pikuk dan kebisingan ruang hidup yang riuh dan sibuk, maupun segala macam kesombongan dunia. Pula hal remeh-temeh semacam hanya mementingkan "pengakuan" duniawi semata.

Ya, keheningan adalah karib bagiku untuk menikmati seni hidup. Tenang dan lapang sangat terasa kental di setiap sudut malam. Sebab di keheningan ini aku selalu sanggup berdamai dengan diriku sendiri. Menikmati kebahagiaan dengan caraku sendiri. Keheningan mampu membuatku tersadar dan menciptakan, juga menentukan kemana hati harus bersandar, memastikan langkah dan memantapkan tujuan.

Mengingatkan kembali terhadap apa yang menjadi mimpi-mimpi besarku. Ah, keheningan ini memang tidak ada duanya. Entah kenapa aku sangat ingin dan terus mengakrabinya di tiap sepertiga malam.

"Sebab di keheningan ini aku selalu sanggup berdamai dengan diriku sendiri"

Keheningan ini pula yang menyadarkanku tentang apa yang harus aku pilih. Aku memilih berjuang dengan tanpa banyak bicara, tanpa menjelaskan apa-apa kepada dunia. Dan percayalah. Aku pasti melakukan sesuatu, sampai pada akhirnya nanti dunia akan bersorak bangga terhadap proses perjuanganku sendiri.

Advertisement

Bagiku, "berjuang" tidak memerlukan banyak berkata-kata kepada dunia dan khalayak. Kita hanya perlu tindakan nyata dan menunjukkan usaha terbaik yang kita bisa. 🙂

Selamat merayakan keheningan yang besar untukmu, barangkali kelak kita akan menemukan cara pandang yang sama. Meskipun mimpi kita tak pernah sama, bukankah tujuan sederhana kita sama, kebahagiaan?